Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 April 2010

Persija Menyudahi Perlawanan Persiba

Persija Jakarta menyudahi pertandingan melawan tamunya Persiba Balikpapan dengan menambah tiga poin pada lanjutan Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010. Skor 3-0 di babak pertama tidak berubah.

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta, Persija membuka keunggulan pada menit ke-6 lewat gol Emalue Serge. Dua menit kemudian, giliran Aliyudin menggandakan keunggulan setelah mencetak gol pada menit ke-8.

Sebelum turun minum, Serge kembali menambah gol bagi Persija pada menit ke-40. Skor 3-0 untuk Persija.

Memasuki babak kedua, Persiba mencoba bangkit dari ketertinggalan. Skuat Hariadi langsung tampil menekan lewat kerjasama penyerang Fery Ariawan dan Julio Lopez.

Namun, dewi fortuna sepertinya belum menyambangi Tim Beruang Madu. Buktinya, tendangan voli Fery pada menit ke-52 hanya membentur gawang Persija yang dijaga M Yasir.

Meski belum berbuah gol, Persiba belum mau menyerah dan terus menekan. Persiba kembali membuka peluang lewat Johan Yoga menit ke-56, tapi lagi-lagi tendangannya hanya melenceng ke sisi kiri gawang Persija.

Persija justru nyaris menambah gol lewat tendangan bebas Bambang Pamungkas di luar kotak penalti. Tapi, tendangan menyusur tanah Bambang mampu dibaca dengan baik oleh Made Wirawan.

Sampai menit akhir. Persiba belum mampu merobek gawang Persija karena rapatnya pertahanan Tim Macan Kemayoran yang dijaga ketat oleh Abanda Herman dan Papa Toure. Hingga pertandingan berakhir, skor 3-0 untuk Persija tidak berubah.

Dengan kemenangan ini, Persija berhasil naik satu peringkat ke posisi 10 klasemen sementara ISL dengan 40 poin dari 28 laga. Sedangkan Persiba, meski kalah tetap bertahan di posisi 3 klasemen dengan 50 poin dari 31 laga.

FORMASI PEMAIN
PERSIBA (4-4-2): Made Wirawan; Anam Sahrul, Muhamadan, Mijo Dadic, M Shobran; Sultan Samma, Robertino Pugliara (Aang Suparman 69'), Hendro Siswanto (Stevanus 82'), Edi Gunawan; Feri Ariawan, Julio Lopes (Johan Yoga 48').

PERSIJA (4-3-3): M Yasir; Ismed Sofyan, Abanda Herman, Papa Toure, Leo Saputra; Ramdani Lestaluhu, Mustafic Fachrudin, Agus Indra (Firman Utina 74'); Emalue Serge (Talaohu Abdulmushafry 67'), Bambang Pamungkas (Baihaki Khaizan 84'), Aliyudin. (one)

Sumber : http://vivanews.com

Read more...

Minggu, 18 April 2010

Tekuk Persiba Bantul, Persija Pimpin Grup

Persija Jakarta berhasil memetik kemenangan pertama di Piala Indonesia 2010. Pada pertandingan kedua di Grup B, Persija berhasil menaklukkan wakil Divisi Utama, Persiba Bantul dengan skor tipis 2-1.

Dengan kemenangan ini, Persija untuk sementara memimpin Grup B dengan koleksi empat poin setelah di pertandingan sebelumnya hanya mampu bermain imbang dengan tuan rumah Persela Lamongan.

Sebaliknya bagi Persiba Bantul, kekalahan ini membuat posisi mereka tak beranjak di dasar klasemen dengan koleksi sebiji poin.

Tim besutan Eduard Tjong ini berada di bawah Persela dan Persikab yang juga baru mengoleksi satu poin. Dengan catatan, keduanya baru melakoni satu partai.

Bertanding di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu 18 April 2010, Persija yang berada satu level di atas Persiba langsung coba mengurung pertahanan Persiba. Namun ancaman Persija baru datang di menit k-14 lewat aksi Bambang Pamungkas.

Berawal dari tusukan M Ilham di sisi kiri pertahan Persiba, Bepe berhasil menanduk bola hasil crossing. Sayang bola masih melenceng dari sasaran. Padahal Bepe telah berdiri bebas tak terkawal.

Gagal mencetak gol, Bepe mampu menebus kesalahan dengan memberikan assists pada gol T.A Mushafri di menit 19. Bepe berhasil memberikan bola terobosan yang langsung diteruskan Mushafri yang lolos dari jebakan off side dengan sepakan pelan di kotak penalti. 1-0 buat keunggulan Persija.

Perjuanga Persija sepertinya akan berjalan mudah. Namun Persiba mampu membuat kejutan. Pada menit 25, Ugik Sugiyanto berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Berawal dari sepak pojok, Ugik berhasil memanfaatkan bola liar di mulut gawang Persija.

Persija tak butuh waktu lama untuk kembali memimpin. Dua menit berselang, Persija kembali mencetak gol lewat aksi Mustafic Fakhrudin.

Lagi-lagi Bambang Pamungkas menjadi aktor dari gol kedua Persija ini dengan memberikan assists matang buat gelandang timnas Singapura itu. Skor 2-1 buat keunggulan Persija ini bertahan hingga turun minum.

Memasukki babak kedua, Persija memilih menurunkan tempo permainan. Sebaliknya tim Persiba juga sering kali membuang kesempatan dengan banyak melakukan kesalahan passing. Alhasil di babak kedua, terbilang minim peluang bagus yang tercipta.

Sumber : http://vivanews.com

Read more...

Rabu, 10 Maret 2010

Persija Tekuk Pelita di Singaperbangsa

Pelita Jaya menjalani laga sulit ketika harus menjamu Persija Jakarta, Rabu, 10 Maret 2010. Serangan demi serangan diluncurkan namun Pelita yang dilatih Fandi Ahmad belum mampu menjebol gawang M. Yasir.

Beberapa kali Pelita lewat Marwan Mustafa Sayedeh punya peluang bersih untuk bisa membawa timnya unggul. Namun pemain asal Suriah itu selalu gagal yang membuat Fandi penasaran di bangku cadangan.

Redouane Barkaoui juga punya beberapa peluang yang masih belum berujung manis. Mitos kalau Pelita sering bermain bagus namun sulit kali mencetak gol sepertinya mendapat pembenaran di laga yang digelar di Stadion Singaperbangsa ini.

Persija sendiri sedikit kesulitan untuk masuk daerah pertahan tuan rumah. Penyerang mereka Emalue Serge mendapat pengalawanan ketat dari dua bek tengah Pelita yang begitu disiplin menjaga teritorinya. Hingga turun minum skor masih 0-0.

Di babak kedua Pelita tetap memegang kendali permainan. Tapi justru Persija yang bisa mencetak gol.

Pada menit 55, tendangan jarak jauh mantan pemain Pelita, Firman Utina gagal dihadang kiper Pelita I Made Wardhana. Skor 1-0.

Persija bisa memperbesar gol pada menit ke-64. Tak terkawal di dalam kotak penalti, Emalue Serge melepaskan tendangan akurat yang mengubah skor menjadi 2-0.

Pelita sebenarnya sempat menggetarkan gawang Persija di menit 81. Umpan silang Konjan Yuthajak ditanduk oleh Redouane Barkaoui. Entah mengapa, Barkaoui divonis berada di posisi offside walau dari tayangan ulang antv, justru tidak mengatakan demikian. Skor 2-0 buat Persija bertahan sampai pertandingan usai.

Hasil ini adalah kekalahan ke-11 Pelita dari 22 partai. Persija sendiri kini punya 35 poin dari 21 partai.

Sumber : http://vivanews.com

Read more...

Jumat, 26 Februari 2010

Persija Gaet Emalue Serge

Persija Jakarta merampungkan seleksi pemain asing pada Rabu, 24 Februari 2010. Tim pelatih melakukan seleksi enam pemain yang terdiri dari empat striker dan dua bek. Seleksi berlangsung beriringan dengan pemusatan latihan training camp (TC) Persija di Stadion Krakatau Steel, Cilegon, Banten.

Dari empat striker yang diseleksi, ada dua nama yang sempat memiliki peluang besar untuk bergabung yaitu Park Jung Hwan dan Emalue Serge. Sedangkan dua pemain lain yaitu Jonathan Mengeli (Prancis) dan Toure Papa Abdou (Senegal) sudah dicoret. Nama stopper asal Slovenia, Dusan Bogdanovic malah sempat ikut seleksi.

“Sehabis latihan Rabu sore, Benny Dolo akan memutuskan siapa pemain yang akan dipilih. Ini seleksi terakhir, kami tak punya hari lain untuk seleksi,'' kata Asisten Manajer Persija, Ferry Indrasjarief saat ditemui di Hotel Mangku Putra, Cilegon, Banten, tempat tim menginap.

Ferry memang tidak menyebut secara langsung siapa yang akan terpilih. Namun, sinyal besar merekrut Emanuelle Serge sangat terlihat. Serge adalah mantan pemain Arema Malang, yang putaran pertama Liga Super 2009/2010 membela klub Divisi Utama, Pro Duta.

“Secara pengalaman, Serge tentu lebih berpengalaman dibandingkan Park. Ia juga bisa berbahasa Indonesia lebih baik. Kalau Park, ia masih sulit berkomunikasi. Tapi lebih baik tunggu saja keputusan Benny,” tutur Ferry menjelaskan.

Bendol-sapaan Benny Dollo, pun akhirnya memastikan bila nama Serge menjadi pemain terakhir yang segera berbaju Persija pasca proses seleksi selesai dilakukan.

“Setelah melewati proses seleksi serta konsultasi dengan manajemen, kami memutuskan bahwa Serge adalah pemain resmi terakhir yang bergabung dengan Persija. Adaptasi lapangan serta lingkungan, Serge tak memiliki kendala. Proses registrasi di PT Liga Indonesia pun sedang diurus. Mudah-mudahan, dia sudah bisa turun saat derby dengan Persitara Jakarta Utara pada Minggu (7/3),” terang Bendol.

Meski tak menyebut angka yang dipatok, namun kisaran harga untuk menebus striker yang pernah patah kaki ini, konon mendekati angka Rp 300 juta. Nilai ini sebenarnya cukup mahal, bila faktor kontribusi di klub lamanya yakni Pro Duta di level Divisi Utama, hanya mencetak satu gol selama satu putaran saja.

Saat ini dua pilar yakni Bambang Pamungkas dan Leonard Tupamahu masih pemulihan dari cedera. Pemusatan latihan di Cilegon dimaksudkan untuk menjaga peak performance pemain.

"Kebersamaan pemain harus dijaga. Jangan sampai pemain bosan menunggu pertandingan selanjutnya. Tugas di putaran dua sangat berat. Kami juga wajib menang di pertandingan tandang. Itu supaya kami bisa menjaga jarak dengan pesaing,'' ujar Maman.

Persija Jakarta menggelar training camp (TC) di Cilegon, Banten, mulai Selasa (23/2) hingga Kamis (26/2). Seluruh pemain Macan Kemayoran dibawa, kecuali Baihakki Kaizan yang kembali ke Singapura untuk memperkuat timnasnya dalam Kualifikasi Pra- Piala Asia 2010. Selama TC, Persija menggunakan Stadion Krakatau Steel, Cilegon, Banten, untuk berlatih setiap sore.

Khusus Rabu (24/2),Macan Kemayoran akan berlatih pagi dan sore. Pasalnya, pada Rabu sore, empat pemain Persija harus kembali ke Jakarta untuk bergabung dengan timnas Indonesia yang akan melawan tuan rumah Australia di Brisbane, pada partai pamungkas Pra-Piala Asia 2011

Sumber : http://vivanews.com

Read more...

Jumat, 19 Februari 2010

Firman Jebol Gawang Sriwijaya FC

Persija Jakarta menjamu Sriwijaya FC di Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat, 19 Februari 2010. Partai lanjutan Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010 ini sementara menjadi milik Persija dengan skor 1-0.

Di babak pertama, kedua tim bermain dalam tempo cepat. Persija membuka peluang lebih dulu lewat kaki Firman Utina pada menit ke-5. Sayang, tendangan first timenya masih melebar.

Bertanding di hadapan ribuan suporternya, Persija terlihat cukup percaya diri. Hadirnya Firman Utina juga membuat serangan Macan Kemayoran terlihat lebih bervariasi.

Persija kembali mengancam gawang SFC yang dijaga Hendro Kartiko pada menit ke-13. Namun tendangan dari luar kotak penalti mantan pemain Selangor FC itu belum juga menemui sasaran. Bola melebar tipis di sisi kanan gawang Hendro.

SFC mencoba keluar dari tekanan. Namun serangan-serangan pasukan Rahmad Darmawan masih kandas di kaki pemain-pemain belakang Persija.

Persija akhirnya berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-33. Memanfaatkan kemelut di depan gawang SFC, Firman Utina sukses melepas tembakan voli keras yang gagal dijangkau oleh Hendro. Skor 1-0 untuk tuan rumah.

Aliyudin mendapat kesempatan untuk memperbesar keunggulan saat dia lepas dari perangkap offside pada menit 42. Sayang, mantan pemain Persikota itu gagal menaklukkan Hendro yang datang menyongsong bola.

Firman kembali berada di balik ancaman ini. Hingga turun minum, skor 1-0 tak juga berubah.

Sumber : http//vivanews.com

Read more...

Kamis, 18 Februari 2010

Jelang Duel Persija vs Sriwijaya

Read more...

Sabtu, 13 Februari 2010

Persisam vs Persija Berbagi Angka

Persisam Putra Samarinda menjalan partai berat dalam lanjutan kompetisi Liga Super Indonesia, Sabtu, 13 Februari 2010. Pasukan Aji Santoso ini menjamu tim kuat, Persija Jakarta.

Pada pertandingan yang digelar di Stadion Segiri, Samarinda, itu Persija lebih dulu mendapatkan peluang emas. Pada menit ke-5, tendangan bebas Ismed Sofyan sedikit di luar kotak penalti Persisam berhasil melewati pagar hidup lawan. Namun bola yang mengarah ke sudut kanan gawang Persisam masih mampu diblok kiper Wawan Darmawan.

Tuan rumah di partai yang disiarkan langsung oleh antv itu ganti menyerang pada menit ketujuh. Penyerang Persisam Pipat Thonkaya menguasai bola di dalam kotak penalti. Sayang setelah melewati beberapa pemain bertahan, bola yang ditendangnya masih terlalu lemah.

Dua menit jelang turun minum, Persija kembali mendapat peluang emas. Umpan matang Talaouhu Abdul Mushafry dari sayap kanan gagal diubah menjadi gol oleh Aliyudin yang sudah berdiri bebas. Hingga babak pertama selesai, skor tetap 0-0.

Babak kedua

Pada babak kedua Persija sempat mengagetkan pendukung tuan rumah. Umpan terukur Baihaki Khaizan menghampiri striker Persija Bambang Pamungkas. Sayang bola yang dilepaskan Bambang walau bisa mengoyak jala Persisam tak menghasilkan apa-apa. Wasit M. Syafii menganulir gol itu karena menilai Bambang sudah lebih dulu off side.

Di menit 93 giliran gol Persisam yang dianulir. Tendangan Agus Priyanto yang menjebol gawang Persija dibatalkan setelah salah seorang rekannya dinilai melakukan handsball.

Protes keras dilakukan Hamka Hamzah kepada wasit Syafii. Hamka terlihat mendorong wasit beberapa kali dengan badannya namun tak ada kartu yang keluar dan Syafiit juga tetap pada keputusannya. Skor akhir 0-0.

Sumber : http://bolaindo.com

Read more...

Jumat, 05 Februari 2010

Musyafry: Firman Solusi Lini Tengah Persija

Bergabungnya Firman Utina disambut antusiasme oleh seluruh para penggawa Persija Jakarta, tak terkecuali oleh Talaohu Abdul Musyafry. Penyerang "Macan Kemayoran" itu menilai Firman sebagai suatu solusi di lini tengah timnya.

Jelang putaran kedua, Persija berhasil mendapatkan Firman dari Pelita Jaya. Klub ibu kota itu harus mengucurkan dana sebesar Rp 300 juta untuk mendapatkan gelandang yang memiliki nomor punggung unik 18+7 itu. Rencananya, Firman akan menandai debutnya saat "Macan Kemayoran" bertandang ke Bontang FC dalam lanjutan Liga Super Indonesia, 10 Januari 2010.

Musyafry menilai klub telah melakukan keputusan tepat memboyong Firman. Menurutnya, kedatangan Firman akan membuat lini tengah semakin solid. "Senang bisa bergabung dengan Firman. Kedatangannya membawa banyak sisi positif. Kami memang kekurangan di lini tengah," ungkapnya ketika dihubungi Kompas.com, Jumat (5/2/2010).

Mantan pemain Persiba Balikpapan itu juga optimistis "Macan Kemayoran" akan menjadi juara LSI musim ini. "Tujuan kami memang menjadi juara. Kami optimistis seratus persen. Kalau perlu 200 persen," pungkasnya.

Persija memang sudah lama tak merasakan nikmatnya gelar. Terakhir kali mereka berhasil menjadi juara pada 2001 silam. Jelang putaran kedua, Persija berada di peringkat keempat dengan mengoleksi 27 poin. Mereka terpaut sembilan angka dari pimpinan klasemen Arema Malang.

Sumber : http://bolaindo.com

Read more...

Kamis, 04 Februari 2010

Firman Pakai Nomor Unik di Persija

Gelandang Timnas Indonesia, Firman Utina, resmi bergabung dengan Persija Jakarta. Ia akan mengenakan kaus bernomor punggung unik 8+7.

Selama ini mantan pemain Pelita Jaya tersebut selalu mengenakan jersey dengan nomor punggung 15. Di Persija, nomor itu sudah dipakai oleh striker Aliyudin sehingga Firman pun memilih 8+7 atau sama dengan 15.

"Sepanjang bermain bola saya selalu pakai nomor 15 yang juga merupakan tanggal kelahiran saya," kata pemain kelahiran 15 Desember 1981 itu seperti dikutip Kompas.

Firman rencananya akan mulai berlatih bersama Bambang Pamungkas dkk mulai Jumat (5/2/2010). Ia diharapkan sudah bisa membela "Macan Kemayoran" pada laga tandang pertama di putaran kedua Liga Super melawan Bontang FC pada 10 Januari 2010.

"Firman sudah resmi bergabung. Dia akan segera ikut latihan supaya bisa diikutsertakan ke Bontang untuk pertandingan tandang," ujar Manajer Persija Haryanto Bajuri di Jakarta, Rabu (3/2/2010).

Direktur PT Nirwana Pelita Jaya, badan pengelola Pelita Jaya, Rahim Sukasah mengakui, alasan Pelita Jaya melepas Firman Utina adalah karena ia sering dibangkucadangkan oleh pelatih. "Dia "kan pemain timnas, sayang kalau hanya jadi cadangan. Lebih baik dilepas ke tim yang lebih membutuhkan," kata Rahim.

Ketika dihubungi, Firman mengaku senang dapat bergabung dengan tim "Macan Kemayoran" yang membutuhkan tenaganya pada putaran kedua.

Dengan bergabungnya Firman, Haryanto berharap Persija dapat bersaing memperebutkan tampuk juara LSI pada musim ini. Manajemen juga masih akan memburu satu pemain asing untuk posisi penyerang.

Sumber : http://bolaindo.com

Read more...

Senin, 01 Februari 2010

Persija Tanpa Ismed Sofyan

Persija Jakarta akan menjamu Persela Lamongan dalam lanjutan Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010, Rabu, 3 Februari 2010. Dalam duel ini Macan Kemayoran harus kehilangan sayap kanannya, Ismed Sofyan.

Persija, Sabtu, 30 Januari 2010 hanya mampu bermain imbang tanmpa gol oleh Persijap. Untuk finish di papan atas pada paruh musim ini, Persija wajib memetik tiga angka saat menjamu Persela.

Sayang Persija tidak dalam kondisi terbaiknya. Menghadapi Laksar Joko Tingkir, Persija harus kehilangan pilar andalannya, Ismed Sofyan. Ismed absen karena akumulasi kartu.

"Kami harus kehilangan Ismed saat bertemu Persela," ujar Maman Suryaman, Pelatih Kepala Persija membenarkan.

Ismed merupakan pemain penting bagi Persija. Selain kokoh dalam menjaga pertahanan, mantan pemain Persiraja Banda Aceh itu juga punya umpan-umpan yang sangat memanjakan barisan striker Persija.

Tak hanya itu, Ismed merupakan algojo bola mati yang sangat disegani lawan. "Ismed memang punya daya serang yang cukup baik. Namun kami harus mampu memaksimalkan pemain yang ada saat ini," kata Maman.

Mamang sendiri telah menyiapkan pengganti Ismed. Rencananya, Erick Setiawan akan ditempatkan di posisi bek kanan. Sedangkan di bek kiri kemungkinan besar akan diserahkan ke tangan Leo Saputra.

"Erick bisa main di kiri maupun di kanan. Meski daya serangnya tidak sebagus Ismed, saya pikir dia cukup layak untuk menempati posisi bek kanan," kata Maman.

Persija saat ini berada di urutan ke-9 klasemen sementara dengan 24 poin dari 16 laga. Tambahan tiga angka bakal melambungkan posisi Macan Kemayoran ke deretan empat besar.

Sumber : http://bolaindo.com

Read more...

Jumat, 29 Januari 2010

Irfan Bachdim Bukan Prioritas Persija

Niat Irfan Bachdim berkostum Persija ditanggapi dingin oleh manajemen tim ibu kota tersebut. Asisten Manajer Persija, Ferry Indrasyarief mengatakan bahwa Irfan tidak masuk dalam prioritas timnya saat ini.

"Di awal kompetisi, saya tidak akan ragu untuk merekrut dia (Irfan Bachdim). Namun, sekarang kami mencari pemain yang benar-benar inti," kata Ferry saat dihubungi VIVAnews, Kamis 28 Januari 2010.

Menurut Ferry, di bursa transfer kali ini pihaknya fokus mencari dua pemain asing. Masing-masing untuk posisi playmaker dan striker. Keduanya dipastikan akan menempati posisi inti skuat Macan Kemayoran pada putaran kedua nanti.

"Kalau kedua pemain ini sudah dapat, baru kami melihat apakah perlu untuk mencari pemain lain atau tidak. Kalau memang butuh, kami kemungkinan akan mempertimbangkan Irfan," kata Ferry.

Irfan sebelumnya telah mengungkapkan keinginannya untuk berkostum Persija. Sejak Minggu 24 Januari 2010 lalu, mantan pemain FC Utrecht itu bahkan memilih untuk menginap di mes Persija, Ragunan, Jakarta Selatan.

Irfan merupakan pemain berdarah Indonesia yang lahir di Belanda. Namun, pemuda 21 tahun ini mengaku telah mengantongi paspor Indonesia yang memungkinkannya direkrut sebagai pemain lokal.

"Kalau dilihat, Irfan itu posisinya penyerang lubang. Sedangkan untuk posisi penyerang kita punya banyak pemain. Karena itu, kami belum bisa memutuskan status Irfan sampai pemain yang benar-benar kami cari sudah dapat," pungkas Ferry.

Persija sampai saat ini memiliki empat pemain asing. Masing-masing adalah Baihakki Khaizan dan Mustafic Fachrudin dari Singapura, Abanda Herman dari Kamerun dan Richard Caceres dari Paraguay.

Pada putaran kedua nanti, Persija akan melepas Caceres. Kontrak pemain ini tidak diperpanjang karena dianggap tak mampu memberikan kontribusi kepada Macan Kemayoran.

Sumber : http://bolaindo.com

Read more...

Rabu, 20 Januari 2010

Persija Menangkan Derby Jakarta

Hattrick TA Mushafry mengantarkan Persija Jakarta memenangi laga bertajuk "derby Jakarta" atas Persitara Jakarta dengan skor 3-0, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu (20/01).

Pertandingan baru berjalan delapan menit, Mushafry sudah memecah kebuntuan timnya usai menyambut umpan silang datar Ismed Sofyan. Gol ini sekaligus gol pertamanya di Liga Super Indonesia musim ini sejak hengkang dari Persiba Balikpapan.

Upaya Persitara untuk mencetak gol selalu kandas karena rapatnya lini pertahanan Persija yang digalang Abanda Herman. Justru gawang Persitara yang dikawal Wawan Darmawan, kembali bobol oleh Mushafry di menit ke-28 dengan cara yang sama. Namun kali ini, striker Timnas Indonesia itu menyambut umpan Aliyudin.

Satu-satunya peluang terbaik Persitara diperoleh gelandang Jatmiko di menit ke-38, namun dengan baik ditepis kiper Persija, M. Yasir.

Di babak kedua, perubahan coba dilakukan asisten pelatih Persitara, Dodi Sahetapy dengan memasukkan striker Boy Jati Asmara menemani Prince Kabir Bello dan Tantan untuk menambah daya gedor.

Mushafry benar-benar menjadi momok bagi Wawan setelah ia mencetak hattrick di menit ke-72 menyambut umpan Bambang Pamungkas (BP). Sebenarnya, "Macan Oranye" bisa saja mencetak dua gol lagi jika BP tak membuang peluang di mulut gawang Persitara pada menit ke-76 dan ke-79.

Hingga wasit Jimmy Napitulu meniup peluit akhir, tak ada gol tercipta dan membuat Persija kini naik dua tingkat ke posisi 14 klasemen dengan raihan 17 poin. Sedangkan bagi Persitara, kekalahan ini membuat mereka semakin sulit untuk keluar dari zona degradasi di peringkat 17.

SUSUNAN PEMAIN:

Persija: M. Yasir, Leonard, Abanda, Ismed, Erick/Leo Saputra (81), Baihakki, Mustafic/Ruly (89), Agus, Mushafry/M. Ilham (86), Bambang.

Persitara: Wawan, Ledi, Vali, Tugi, Amarzukih, Jatmiko/Abdurrahman (70), Afshin/Boy Jati (61), Dedy, Sutikno, Bello, Tantan.

Suber : http://bolaindo.com

Read more...

Senin, 18 Januari 2010

Persija vs Persitara Tanpa Penonton

Persija Jakarta harus menerima kenyataan pahit karena menggelar pertandingan derby Jakarta melawan Persitara Jakarta utara, tanpa penonton. Pasalnya, Polda Metro Jaya hanya mengeluarkan izin pertandingan Liga Super Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Rabu (20/1), dengan embel-embel tanpa penonton.

Ketua Panpel Persija Wargo Hartoyo kepada wartawan menjelaskan, Polda Metro Jaya telah mengeluarkan izin laga derby tapi dengan catatan tanpa penonton. Walau demikian, panpel Persija tetap berupaya melobi kepada pihak keamanan agar laga tersebut digelar dengan menghadirkan penonton.

“Hari ini (kemarin,red) kami masih melobi keamanan agar pertandingan bisa dihadiri penonton,” ujar Wargo, kemarin. Pasalnya, suporter Persitara, NJ Mania, sudah menyatakan sikap satria, yakni jika Panpel Persija meminta suporter tim tamu tidak datang ke stadion saat pertandinga, NJ Mania akan mematuhinya.

Ketua Umum NJ Mania Hary”Gendhar” Ruswanto mengatakan, kendati sampai kemarin pihaknya belum mendapatkan informasi izin pertandingan dengan penonton, namun pihaknya akan merealisasikan niatnya agar pertandingan tetap digelar dengan penonton. “Demi sepakbola nasional, kami siap tidak mengirimkan NJ Mania ke stadion,” katanya.

Diungkapkan Gendhar, pihaknya akan sangat senang dan bangga jika memang bisa mengalahkan Persija di depan pendukungnya. “Jadi, tidak benar kalau kami menginginkan pertandingan tanpa penonton. Walaupun pendukung kami juga sangat ingin datang, tapi kami tetap mengedepankan kepentingan pertandingan, yakni dengan tidak mengirimkan suporter kami ke stadion,” kata pria yang juga manajer tim Persitara itu.

Sementara itu, CEO PT liga Indonesia Joko Driyono menilai laga tersebut seharusnya digelar dengan penonton. Sebab, derby Jakarta bukan pertandingan usiran atau pertandingan hukuman. Namun, dia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak keamanan. Maklum, turunnya izin tanpa penonton akibat rentan gesekan dua suporter dua klub Jakarta, The Jakmania dan NJ mania.

Dikatakan Joko, pihaknya tak akan memindah atau menjadwal ulang derby Jakarta jika panpel Persija tak mampu gelar pertandingan panas tersebut. Ini karena waktu jelang pertandingan terlalu mepet. Jika dipaksakan dipindah malah akan menyulitkan tim yang akan bertanding.

Sumber : http://poskota.co.id

Read more...

Panpel Persija Coba Lobi Kapolda Metro Jaya

Panitia pelaksana (panpel) Persija Jakarta terus mengupayakan agar derby Ibu Kota antara Macan Kemayoran –julukan Persija– kontra Persitara Jakarta Utara yang rencananya digelar Rabu (20/1) dapat disaksikan penonton.

Rencananya, panpel akan menghadap Kapolda Metro Jaya, Senin (18/1). Panpel akan melakukan rekonsiliasi antara The Jakmania – julukan pendukung Persija–dengan The North jak –julukan pendukung Persitara. Hasil rekonsiliasi ini akan dijadikan jaminan keamanan kepada pihak kepolisian. “Senin besok kami akan menghadap Kapolda,” kata Humas Persija Reza Khan di Jakarta kemarin.

Rekonsiliasi yang dimaksud adalah pihak panpel akan menjemput The Jakmania yang berada di wilayah Jakarta Utara. Memang, sudah menjadi tradisi, gesekan sering terjadi antara The Jakmania dan The North jak. Perselisihan tersebut kerap terjadi di wilayah pesisir utara, yang menjadi kantong- kantong suporter Laskar Si Pitung– julukan Persitara.

Untuk itu panpel telah mengantisipasi hal tersebut sehingga dapat meminimalisasi terjadinya bentrok antar suporter. “Ini salah satu upaya kami untuk menjamin keamanan. Kami berharap laga nanti bisa disaksikan penonton,” sebut Reza. Pihak panpel telah bertemu jajaran Polda Metro Jaya minus Kapolda pada Jumat (15/1) malam untuk membahas kemungkinan derby Ibu Kota disaksikan penonton.

Berdasarkan pertemuan tersebut, petinggi Polda yang berhubungan izin penyelenggaraan pada prinsipnya memperbolehkan derby disaksikan penonton dengan syarat tidak terjadi bentrok. “Hanya, izin tetap di Kapolda sehingga kami akan menghadapi beliau pada Senin nanti,” kata Reza. Kekhawatiran aparat kepolisian tidak memberikan izin derby Jakarta dihadiri penonton memang sangat beralasan.

Pasalnya, jajaran Polda Metro Jaya khawatir kedua pendukung akan ditumpangi pihak-pihak tertentu sehingga berpotensi menimbulkan perselisihan. “Apalagi ini kan masih dalam program 100 hari kabinet SBY-Boediono,” ujar Reza. Mengenai batas waktu (deadline) yang ditenggat PT Liga Indonesia (PT LI) pada Minggu (17/1), Reza berkomentar pihaknya telah mengklarifikasi kepada otoritas liga domestik tersebut.

Dalam pertemuan tersebut Sekretaris PT LI Tigor Shalom menyatakan akan memberi tambahan waktu hingga Senin (18/1) untuk mengurus derby Ibu Kota dapat disaksikan penonton. “PT LI tidak mempersoalkan itu,” tandas Reza. Kehadiran penonton dalam derby sangat penting. Selain sebagai tambahan moral, para pendukung dianggap sebagai pemain ke-12 bagi kedua tim.

Hal lain yang menjadi pertimbangan adalah kehadiran penonton akan memberikan kredit poin bagi penyelenggaraan-penyelenggaraan home Macan Kemayoran berikutnya. Selain derby Jakarta, berturut-turut Persija akan menjamu lawan sebanyak empat kali. Keempat pertandingan tersebut adalah kontra Persisam Samarinda, Minggu (24/1), Bontang FC, Rabu (27/1), Persijap Jepara, Sabtu (30/1), serta partai tunda lawan Persela Lamongan, Rabu (3/2).

Suber : http://bolaindo.com

Read more...

Kamis, 14 Januari 2010

PT Persija Jakarta Bagi-bagi Saham

PT Persija Jakarta akan menggantikan peran PT Persija Jaya. Direktur Utama, Nachrowi Ismail pun memberikan keterangan soal kondisi terkini perusahaan yang akan memayungi Persija di pentas Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010.

Pria yang akrab disapa Nara ini, mengaku bila saham untuk 30 anggota Persija, dijatah sebesar 45 persen. Sedangkan 30 persen saham, bakal dipegang oleh Nachrowi Ramli, Direktur Utama Persija Jakarta cs.

Sedangkan sisa 25 persen, disebut bakal dimiliki oleh beberapa pihak. Namun belum jelas siapa pihak yang dimaksud.

"Kami berikan porsi saham sepantasnya. Ini sudah menjadi kesepakatan bersama yang diputuskan saat kami dan 30 anggota Persija bertemu. Kami juga sudah menyerahkan soal kesepakatan ini kepada PT Liga Indonesia," kata Nara di bilangan Cikini, Jakarta, pada Rabu (13/1).

Investasi awal PT Persija Jakarta, kata Nara, berkisar pada angka Rp 1 Miliar. Ini terdiri dari 1000 lembar saham. Ia mengaku, tidak memodali sendiri PT Persija Jakarta. Namun, ia dibantu oleh beberapa rekannya yang juga peduli dengan Persija. Nara pun sudah menentukan posisi-posisi di PT Persija Jakarta nanti.

Ketua Umum Persija, Toni Tobias dijadikan komisaris PT Persija Jakarta. Sedangkan jabatan dibawah Direktur Utama, dibagi rata untuk pemodal dan anggota Persija.

Investor lain juga masuk dalam posisi direktur keuangan dan direktur bisnis. Untuk Direktur Operasi dan Pembinaan, sepenuhnya diserahkan kepada anggota dari internal klub Persija.

“Namun, bila ada personel dari pihak Pemerintah Daerah (PEMDA) DKI, harus ditelaah dulu. Karena, secara hukum, apakah diijinkan penyertaan modal berasal dari pihak pemerintah," katanya.

"Ini kan bentuknya Perseroan Terbatas (PT), profit oriented,” tambahnya soal kemungkinan personel Pemda DKI terlibat dalam PT Persija Jakarta.

Bukan Kepentingan Partai
Nachrowi merupakan Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta. Namun menurutnya, keinginannya untuk masuk dalam kepengurusan PT Persija Jakarta bukan membawa kepentingan partai melainkan murni keinginan pribadi.

"Saya masuk ke Persija bukan karena kegiatan partai. Ini murni kegiatan pribadi. Saya di sini untuk mengurusi pertandingan yang akan digelar Persija dan juga sisi bisnisnya. Sedangkan pengelolaan tim, sudah ada yang mengurus,” katanya.

Mengenai permasalahan internal yang sempat melanda Persija, Nachrowi mengaku akan mencari formula yang tepat dengan duduk bersama kepada semua pihak.

"Ini kan perkara komunikasi yang tersendat. Harus diselesaikan supaya potret Persija masa lalu, tidak perlu diulang kembali. Menyatukan visi dan misi semua pihak, agar prestasi Persija membaik,” terang pria yang juga ketua Badan Musyawarah (bamus) Betawi ini.

Sedang PT Liga Indonesia cukup puas dengan terbentuknya PT Persija Jakarta ini. Mereka rencananya akan bertemu dengan pengelola baru Persija pada Kamis (14/1) di kantor Liga.

“Yang terpenting, Persija sudah mencantumkan PT baru ke notaris. Itu yang utama. Sekarang, semua sudah jelas administrasinya. Namun kami masih tetap harus bertemu. Utamanya menanyakan riwayat pembentukan dan wewenang kepemilikan,” kata Joko Driyono, CEO PT Liga Indonesia.

Sumber : http://bolaindo.com

Read more...

Rabu, 13 Januari 2010

Persija Tahan Imbang Sriwijaya 1-1

Persija Jakarta kembali berhasil membawa pulang satu angka pada laga tandang. Kali ini pasukan Maman Suryaman itu berhasil menahan imbang Sriwijaya FC 1-1 pada lanjutan Liga Super Indonesia di Stadion Gelora Sriwijaya, Rabu (13/1).

Donasi tiga angka ini membuat Sriwijaya tertahan di posisi lima dengan 21 angka. Sedangkan Persija terpuruk di urutan 15 dengan 14 angka.

Meski bermain di kandang lawan, Persija tidak gentar dan mampu mengimbangi permainan Sriwijaya. Beberapa peluang pun mampu dilahirkan Persija.

Laga baru berjalan enam menit Persija hampir saja membuka keunggulannya ketika tendangan geledek bek sayap Ismed Sofyan ditepis oleh kiper Ferry Rotinsulu.

Semenit kemudian, giliran Sriwjaya yang mengancam lewat penyerang Rahmad Rivai, sayangnya tendangan eks pemain Persitara Jakarta Utara itu masih dapat diblok bek Leonard Tupamahu.

Di menit ke-15, Sriwijaya kembali mendapat peluang, akan tetapi tandukan Arif Suyono masih terlalu lemah sehingga mudah diamankan kiper Muhammad Yasir.

Peluang kembali didapat Sriwijaya di menit ke-23. Namun Rivai kembali gagal memaksimalkannya setelah tendangannya melebar dari gawang Yasir.

Tiga menit sebelum turun minum, Aliyudin nyaris membungkam publik Gelora Sriwijaya bila sontekannya tidak dihalau bek Isnan Ali tepat di garis gawang.

Persija akhirnya mampu memecah kebuntuan enam menit setelah jeda. Mendapat umpan dari Bambang Pamungkas, Aliyudin dengan dingin melewati Ferry sebelum menceploskan bola ke gawang kosong.

Sayangnya keunggulan ini tidak bertahan lama karena selang lima menit kemudian mampu disamakan oleh Rivai yang menyambut umpan Anoure Obiora.

Berhasil menyamakan kedudukan membuat Sriwijaya semakin intensif menekan Persija. Dua peluang sempat didapat Keith Kayamba Gumbs dan Ponaryo tapi masih belum membuahkan hasil.

Sriwijaya seharusnya dapat berbalik unggul saat laga tersisa delapan menit lagi, ketika mereka mendapat hadiah penalti akibat dilanggarnya Gumbs oleh Ismed. Sayangnya eksekusi yang dilakukan Gumbs mampu digagalkan Yasir.

Karena Sriwijaya gagal memanfaatkan beberapa peluang emas yang didapat dipenghujung laga skor 1-1 ini pun bertahan sampai bubaran.

Sumber : http://bolaindo.com

Read more...

Selasa, 12 Januari 2010

Misi Ulang Memori Manis Musim Lalu

Skuad Persija Jakarta telah tiba di di Palembang, Senin (11/1) pagi, dengan satu misi: mengulang kemenangan musim lalu di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (SGSJ) atas tuan rumah Sriwjaya FC.

Maman Suryaman, pelatih Persija, menyatakan Persija sangat siap meladeni Sriwijaya. Pria yang akhir bulan ini bakal berstatus asisten pelatih segera setelah kontrak Bendol sebagai pelatih timnas berakhir, mengatakan pihaknya telah mempersiapkan strategi dan komposisi pemain yang tepat. Dia juga mengklaim timnya datang dengan motivasi tinggi untuk menang.

Apalagi, dalam skuad Persija saat ini masih terdapat beberapa pemain yang turut merasakan kemenangan atas Sriwijaya di SGSJ musim lalu. "Di Persija masih ada Bambang (Pamungkas), Aliyudin, Ismed (Sofyan), serta Leonard (Tupamahu), yang musim sebelumnya meraih hasil bagus di sini. Tentu hal ini menjadi motivasi tersendiri bagi pemain untuk bisa mengulang sejarah itu. Semoga anak-anak bisa bermain lepas menghadapi Sriwijaya nanti,” ujar Maman yang memboyong sebanyak 18 pemain ke Palembang.

Di lain pihak, Sriwijaya bertekad menjaga rekor kandangnya musim ini. Mereka pun sadar, Persija bukan lawan enteng. Sebagai catatan, satu-satunya kekalahan Sriwijaya di kandang pada Liga Super justru didapat kala meladeni Macan Kemayoran.

Kala itu Persija unggul 2- 1 di SGSJ. Kekalahan itu pula yang merusak rekor menawan Sriwijaya di SGSJ. Mereka hanya sekali kalah sejak bergulirnya Liga Super musim 2008/ 2009. Sriwijaya 11 kali menang, 5 seri, dan 1 kali kalah dari 17 laga kandang musim lalu. Musim ini lawan-lawan yang datang ke Palembang pun tetap susah mengalahkan Laskar Wong Kito di Jakabaring.

Sejauh ini hasil yang dituai Charis Yulianto dkk di kandang mereka cukup memuaskan. Dari enam laga yang telah dilakoni Sriwijaya, lima di antaranya berakhir dengan kemenangan dan satu kali seri. ’’Semua lawan tentu memiliki karakteristik sendiri yang harus dicari solusi untuk mengatasinya. Tentunya saya sudah mengantongi hal itu dan tinggal menerapkannya saat pertandingan nanti,” ujar pelatih Sriwijaya Rahmad Darmawan, kemarin.

Sumber : http://bolaindo.com

Read more...

Senin, 11 Januari 2010

Persija Incar Striker Atau Playmaker

Posisi Persija Jakarta yang berada empat strip dari bawah di klasemen sementara Liga Super Indonesia (ISL) mulai membuat gerah manajemen tim ibukota itu.

Macan Kemayoran memastikan tak memperpanjang kontrak pemain yang tak menunjukkan penampilan maksimal. Richard Caceres menjadi nama yang paling sering disebut berpotensi untuk lengser dari tim utama.

“Soal pencoretan rencananya memang ada. Kita akan evaluasi jelang putaran II nanti. Masih ada enam pertandingan lagi sebelum putaran pertama usai. Salah satunya memang dia,” tukas Fery Indrasyarief, Asisten Manajer Persija.

Menurut Fery, Caceres dinilai minus lantaran peformanya tak sesuai dengan rekomendasi CV yang diterima tim manajemen.

“Waktu merekrut dia, kita hanya punya rekomendasi video. Saat kami tes, kondisinya biasa saja. Tapi, karena waktunya mepet jelang dimulainya Liga Super 2009/2010, terpaksa kita kontrak dia,” keluh pria asal Padang ini.

Sebagai gelandang bertahan, Caceres memang mesti bersaing keras dengan pemain timnas Singapura, Mustafic Fakhrudin serta legiun lokal yakni Ruly Soputan plus Heru Nerly serta Ramdani Lestaluhu.

“Kami memang belum resmi memutuskan kontrak Caceres. Sebab, hal ini harus melalui proses persetujuan paska evaluasi manajerial dari Pak Hariyanto Badjoeri selaku manajer tim, serta masukan ofisial tim pelatih,” terang Fery lagi.

Benny Dolo Sepakat

Direktur Teknik Persija, Benny Dolo, pun tak berbeda pendapat soal pemain gondrong ini.

“Caceres tidak fight sebagai defender. Memang skillnya lumayan, tapi adaptasi dengan gaya bermain Persija termasuk lambat. Sayang, padahal dia bukan tipikal pemain yang cengeng. Tapi, kita tidak butuh pemain yang tidak punya kontribusi buat tim,” tegas Bendol, sapaan Benny Dollo.

Jika Caceres jadi keluar, maka kuota pemain asing tim oranye berkurang menjadi tiga orang. Kondisi ini disikapi kritis oleh Bendol. Namun, pria yang juga masih menjabat pelatih timnas Indonesia ini, justru memberi sinyal bakal menambah jumlah pemain di lini depan.

“Untuk gelandang bertahan, sudah cukup. Justru, kami tengah mencari posisi striker untuk melapis pemain yang sudah ada. Kandidatnya sudah ada. Dia pemain asal Afrika dan pernah merumput di Indonesia,” terang Bendol yang masih menyimpan nama kandidat pesaing striker utama Persija, Bambang Pamungkas itu.

Namun, pendapat berbeda dilontarkan Fery. Ia malah meyakini pos playmaker menjadi titik krusial demi kebutuhan Persija.

“Rencananya, jika Caceres jadi keluar, maka kami mengincar pemain dengan karakter sebagai pembagi bola. Playmaker tapi yang banyak bergerak dari tengah, bukan dari sayap,” demikian tukas Fery dengan menyodorkan nama Luciano Leandro sebagai contoh playmaker yang ia maksud.

Apapun posisinya, jelas laskar Jakarta meski segera berbenah bila tak ingin semakin terpuruk. Jendela transfer yang segera dibuka pada 3 Februari mendatang, menjadi kunci perburuan pemain yang tepat sesuai kebutuhan tim.

Sumber : http://bolaindo.com

Read more...

Benny Dollo Jadi Pelatih Kepala Persija

Persija Jakarta mengalami perubahan komposisi pelatih. Maman Suryaman yang sebelumnya berstatus pelatih kepala Persija digantikan Benny "Bendol" Dollo.

Kendali Macan Kemayoran saat ini sepenuhnya diambil alih Pelatih Bendol. Pria yang semula menjabat direktur teknik ini beralih status menjadi pelatih kepala, imbas berakhirnya kontrak Bendol bersama timnas Indonesia pada Sabtu (30/1). Laga Merah Putihkontra Oman di Grup B Pra-Piala Asia (PPA) 2011 yang berakhir dengan skor 1-2 menjadi tugas terakhirnya.

Namun, PSSI masih berencana menggunakan jasanya di laga terakhir versus Australia pada 3 Maret nanti. Asisten Manajer Persija Ferry Indra Syarief mengungkapkan, perubahan status pelatih sesuai dengan klausul kontrak. Bendol otomatis menjadi pelatih kepala saat kontraknya bersama timnas selesai.

“Tim saat ini menjadi tanggung jawab penuh Pak Benny Dollo. Dia menjadi pelatih kepala Persija. Sejak awal kami sudah mencantumkan hal ini dalam perjanjian kontrak. Perubahan status tersebut juga tidak berpengaruh terhadap nilai kontraknya. Itu semua sudah disepakati sejak awal,” ungkapnya kemarin.

Berdasarkan strata, Bendol sebenarnya mengalami penurunan fungsi dan jabatan. Sebab, status direktur teknik klub di atas pelatih kepala. Lingkup tanggung jawabnya juga lebih luas karena meliputi perkembangan tim senior dan junior.

Namun, keberadaan direktur teknik klub Liga Super saat ini hanya sebatas menyiasati regulasi. Liga Super hanya mengizinkan pelatih dengan lisensi A beredar. Lalu, pelatih timnas tidak boleh merangkap jabatan dengan klub. Bergabungnya Bendol yang saat itu berstatus pelatih timnas ke Persija sempat mengundang polemik. PSSI akhirnya mengendurkan regulasi meski dengan beberapa persyaratan.

Mantan pelatih Persita Tangerang tersebut hanya boleh berdiri di belakang layar Macan Kemayoran meski pada akhirnya tetap duduk di bench pemain saat mereka bertanding. “Berubahnya Pak Benny menjadi pelatih memang berpengaruh pada lainnya. Posisi Pak Maman saat ini adalah asisten pelatih. Hal ini juga sudah dibicarakan sejak awal,” tutur Ferry.

Kebijakan serupa sudah lebih dahulu dijalankan Persiwa Wamena. Mereka merevisi posisi status direktur teknik menjadi asisten pelatih, sedangkan posisi pelatih kepala tetap. Sebab, direktur teknik Persiwa hanya berlisensi B. Minus Persija dan Persiwa saat ini tinggal Persiba Balikpapan yang menganut kebijakan direktur teknik. Keputusan ini juga diambil untuk menyiasati regulasi Liga.

“Untuk posisi lainnya tidak mengalami perubahan. Kondisi ini juga tidak berpengaruh ke tim. Kami siap untuk laga berikutnya,” katanya. Bambang Pamungkas dkk akan dijamu Sriwijaya FC (SFC), Rabu (13/1). Ferry menambahkan, Persija akan membawa 18 pemain, termasuk M Ilham. Namun, Macan Kemayoran tidak akan menyertakan gelandang Fahrudin Mustafic yang terkena akumulasi kartu. Persija sebelumnya menahan imbang 0-0 tuan rumah Persib Bandung, Minggu (9/1).

“Senin pagi besok (hari ini) kami berencana berangkat ke Palembang. Lalu, sorenya mulai berlatih. Kami akan memangkas tiga pemain yang dibawa ke Bandung, termasuk Fahrudin,” tuturnya.

Sementara itu, Maman mengklaim tidak terlalu mempersoalkan statusnya yang berubah bersama tim. Sebab, selama ini pembeda status hanya hitam di atas putih.

“Saat ini belum ada perubahan karena harus menunggu sampai akhir bulan. Tapi, pada dasarnya tidak ada masalah. Selama ini semua kebijakan tetap berasal dari Pak Benny meski pelaksanaan di lapangan dijalankan saya. Kami berharap hal ini tidak menjadi polemik,” tandasnya.

Sumber : http://bolaindo.com

Read more...

Sabtu, 09 Januari 2010

Persija Tahan Imbang Persib

Persib Bandung harus puas berbagi poin saat menjamu Persija Jakarta di bigmatch Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010. Kedua tim elit ini hanya mampu bermain imbang 0-0.

Dengan tambahan satu poin ini, baik Persib maupun Persija tak mampu beranjak di klasemen sementera. Maung Bandung tetap berada di peringkat 12 dengan torehan 15 poin dari 12 laga. Sedangkan Persija masih berada satu peringkat di bawah Persib dengan koleksi 13 poin dari 11 laga yang telah dijalani.

Bertanding di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu 9 Januari 2010, Persib memang tak diperkuat gelandangnya Suchao Nutnum yang harus menjalani wajib militer di Thailand. Sebaliknya Persija juga tak diperkuat M Ilham yang mendapat akumualsi kartu.

Ucapan selamat datang Persib buat Persija datang di menit ke-6. Berawal dari tendangan bebas, Hilton Moriera berhasil melepaskan tandukan. Sayangnya tandukan pemain Brasil ini masih gagal menemui sasaran.

Persib kembali membuka peluang lewat Cristian Gonzales di menit ke-12. Namun tendangan salto El Loco masih bisa ditepis kiper Persija M Yasir dan hanya berbuah sepak pojok.

Peluang kembali tercipta buat kubu Maung Bandung di menit ke-25. Kali sepakan keras Cucu Hidayat dari luar kotak penalti harus membuat M Yasir bekerja keras mengamankan gawangnya. Yasir bahkan harus kembali berjibaku guna mengamankan bola rebound Erlangga Sucipto.

Persija bukan tanpa peluang. Macan Kemayoran juga beberapa kali mengancam gawang Persib yang dikawal Sinthaweechai Hathairattanakool.
Peluang terbaik datang dari tendangan bebas Ismed Sofyan di menit ke-36. Sayangnya bola melengkung Ismed masih bisa ditepis Kosin. Hingga turun minum kedudukan masih sama kuat 0-0.

Pada babak kedua tensi permainan semakin keras. Duel-duel keras terjadi di lapangan tengah. Persija yang berpeluang menggusur Persib jika berhasil menang, membuka peluang pertama di menit ke-50. Sayangnya bola umpan silang Mushafri gagal dijangkau Bepe yang sebenarnya berdiri tanpa pengawalan.

Meningginya tensi permainan juga terlihat di menit ke-63 saat Hilton dan Abanda bersitegang. Berawal dari dorongan Abanda, Hilton terjatuh di kotak penalti. Namun wasit tak melihat itu sebagai sebuah pelanggaran.

Peluang terbaik Maung Bandung terjadi di menit ke-77. Berawal dari kesalahan kiper M Yasir menguasai bola, El Loco mempunyai peluang mencetak gol. Namun lagi-lagi El Loco membuang kesempatan setelah bola sepakannya justru meluncur jauh di atas mistar.

Meski kedua tim silih berganti menyerang, namun hingga 90 menit pertandingan skor kacamata tak berubah.

Susunan pemain

Persib: Sinthaweechai Hathairattanakool, Maman Abdulrahman, Rene Martinez, Nova Arianto, Wildansyah, Eka Ramdani, Atep, Cucu Hidayat, Hilton Moriera, Cristian Gonzales, Airlangga Sucipto (Budi Sudarsono, 70).

Persija: M Yasir, Ismed Sofyan, Abanda Herman (Rully Soputan, 77), Leonard Tupamahu, Erik Setiawan, Baihakki Khaizan, Mustafic Fahrudin, Salim Alaydrus, Agus Indra, Bambang Pamungkas, T.A Mushafri (Ramdani Lestaluhu, 59).

Sumber : http://bolaindo.com

Read more...

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP