Jumat, 29 Januari 2010

Irfan Bachdim Bukan Prioritas Persija

Niat Irfan Bachdim berkostum Persija ditanggapi dingin oleh manajemen tim ibu kota tersebut. Asisten Manajer Persija, Ferry Indrasyarief mengatakan bahwa Irfan tidak masuk dalam prioritas timnya saat ini.

"Di awal kompetisi, saya tidak akan ragu untuk merekrut dia (Irfan Bachdim). Namun, sekarang kami mencari pemain yang benar-benar inti," kata Ferry saat dihubungi VIVAnews, Kamis 28 Januari 2010.

Menurut Ferry, di bursa transfer kali ini pihaknya fokus mencari dua pemain asing. Masing-masing untuk posisi playmaker dan striker. Keduanya dipastikan akan menempati posisi inti skuat Macan Kemayoran pada putaran kedua nanti.

"Kalau kedua pemain ini sudah dapat, baru kami melihat apakah perlu untuk mencari pemain lain atau tidak. Kalau memang butuh, kami kemungkinan akan mempertimbangkan Irfan," kata Ferry.

Irfan sebelumnya telah mengungkapkan keinginannya untuk berkostum Persija. Sejak Minggu 24 Januari 2010 lalu, mantan pemain FC Utrecht itu bahkan memilih untuk menginap di mes Persija, Ragunan, Jakarta Selatan.

Irfan merupakan pemain berdarah Indonesia yang lahir di Belanda. Namun, pemuda 21 tahun ini mengaku telah mengantongi paspor Indonesia yang memungkinkannya direkrut sebagai pemain lokal.

"Kalau dilihat, Irfan itu posisinya penyerang lubang. Sedangkan untuk posisi penyerang kita punya banyak pemain. Karena itu, kami belum bisa memutuskan status Irfan sampai pemain yang benar-benar kami cari sudah dapat," pungkas Ferry.

Persija sampai saat ini memiliki empat pemain asing. Masing-masing adalah Baihakki Khaizan dan Mustafic Fachrudin dari Singapura, Abanda Herman dari Kamerun dan Richard Caceres dari Paraguay.

Pada putaran kedua nanti, Persija akan melepas Caceres. Kontrak pemain ini tidak diperpanjang karena dianggap tak mampu memberikan kontribusi kepada Macan Kemayoran.

Sumber : http://bolaindo.com

Read more...

Rabu, 20 Januari 2010

Persija Menangkan Derby Jakarta

Hattrick TA Mushafry mengantarkan Persija Jakarta memenangi laga bertajuk "derby Jakarta" atas Persitara Jakarta dengan skor 3-0, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu (20/01).

Pertandingan baru berjalan delapan menit, Mushafry sudah memecah kebuntuan timnya usai menyambut umpan silang datar Ismed Sofyan. Gol ini sekaligus gol pertamanya di Liga Super Indonesia musim ini sejak hengkang dari Persiba Balikpapan.

Upaya Persitara untuk mencetak gol selalu kandas karena rapatnya lini pertahanan Persija yang digalang Abanda Herman. Justru gawang Persitara yang dikawal Wawan Darmawan, kembali bobol oleh Mushafry di menit ke-28 dengan cara yang sama. Namun kali ini, striker Timnas Indonesia itu menyambut umpan Aliyudin.

Satu-satunya peluang terbaik Persitara diperoleh gelandang Jatmiko di menit ke-38, namun dengan baik ditepis kiper Persija, M. Yasir.

Di babak kedua, perubahan coba dilakukan asisten pelatih Persitara, Dodi Sahetapy dengan memasukkan striker Boy Jati Asmara menemani Prince Kabir Bello dan Tantan untuk menambah daya gedor.

Mushafry benar-benar menjadi momok bagi Wawan setelah ia mencetak hattrick di menit ke-72 menyambut umpan Bambang Pamungkas (BP). Sebenarnya, "Macan Oranye" bisa saja mencetak dua gol lagi jika BP tak membuang peluang di mulut gawang Persitara pada menit ke-76 dan ke-79.

Hingga wasit Jimmy Napitulu meniup peluit akhir, tak ada gol tercipta dan membuat Persija kini naik dua tingkat ke posisi 14 klasemen dengan raihan 17 poin. Sedangkan bagi Persitara, kekalahan ini membuat mereka semakin sulit untuk keluar dari zona degradasi di peringkat 17.

SUSUNAN PEMAIN:

Persija: M. Yasir, Leonard, Abanda, Ismed, Erick/Leo Saputra (81), Baihakki, Mustafic/Ruly (89), Agus, Mushafry/M. Ilham (86), Bambang.

Persitara: Wawan, Ledi, Vali, Tugi, Amarzukih, Jatmiko/Abdurrahman (70), Afshin/Boy Jati (61), Dedy, Sutikno, Bello, Tantan.

Suber : http://bolaindo.com

Read more...

Senin, 18 Januari 2010

Persija vs Persitara Tanpa Penonton

Persija Jakarta harus menerima kenyataan pahit karena menggelar pertandingan derby Jakarta melawan Persitara Jakarta utara, tanpa penonton. Pasalnya, Polda Metro Jaya hanya mengeluarkan izin pertandingan Liga Super Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Rabu (20/1), dengan embel-embel tanpa penonton.

Ketua Panpel Persija Wargo Hartoyo kepada wartawan menjelaskan, Polda Metro Jaya telah mengeluarkan izin laga derby tapi dengan catatan tanpa penonton. Walau demikian, panpel Persija tetap berupaya melobi kepada pihak keamanan agar laga tersebut digelar dengan menghadirkan penonton.

“Hari ini (kemarin,red) kami masih melobi keamanan agar pertandingan bisa dihadiri penonton,” ujar Wargo, kemarin. Pasalnya, suporter Persitara, NJ Mania, sudah menyatakan sikap satria, yakni jika Panpel Persija meminta suporter tim tamu tidak datang ke stadion saat pertandinga, NJ Mania akan mematuhinya.

Ketua Umum NJ Mania Hary”Gendhar” Ruswanto mengatakan, kendati sampai kemarin pihaknya belum mendapatkan informasi izin pertandingan dengan penonton, namun pihaknya akan merealisasikan niatnya agar pertandingan tetap digelar dengan penonton. “Demi sepakbola nasional, kami siap tidak mengirimkan NJ Mania ke stadion,” katanya.

Diungkapkan Gendhar, pihaknya akan sangat senang dan bangga jika memang bisa mengalahkan Persija di depan pendukungnya. “Jadi, tidak benar kalau kami menginginkan pertandingan tanpa penonton. Walaupun pendukung kami juga sangat ingin datang, tapi kami tetap mengedepankan kepentingan pertandingan, yakni dengan tidak mengirimkan suporter kami ke stadion,” kata pria yang juga manajer tim Persitara itu.

Sementara itu, CEO PT liga Indonesia Joko Driyono menilai laga tersebut seharusnya digelar dengan penonton. Sebab, derby Jakarta bukan pertandingan usiran atau pertandingan hukuman. Namun, dia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak keamanan. Maklum, turunnya izin tanpa penonton akibat rentan gesekan dua suporter dua klub Jakarta, The Jakmania dan NJ mania.

Dikatakan Joko, pihaknya tak akan memindah atau menjadwal ulang derby Jakarta jika panpel Persija tak mampu gelar pertandingan panas tersebut. Ini karena waktu jelang pertandingan terlalu mepet. Jika dipaksakan dipindah malah akan menyulitkan tim yang akan bertanding.

Sumber : http://poskota.co.id

Read more...

Panpel Persija Coba Lobi Kapolda Metro Jaya

Panitia pelaksana (panpel) Persija Jakarta terus mengupayakan agar derby Ibu Kota antara Macan Kemayoran –julukan Persija– kontra Persitara Jakarta Utara yang rencananya digelar Rabu (20/1) dapat disaksikan penonton.

Rencananya, panpel akan menghadap Kapolda Metro Jaya, Senin (18/1). Panpel akan melakukan rekonsiliasi antara The Jakmania – julukan pendukung Persija–dengan The North jak –julukan pendukung Persitara. Hasil rekonsiliasi ini akan dijadikan jaminan keamanan kepada pihak kepolisian. “Senin besok kami akan menghadap Kapolda,” kata Humas Persija Reza Khan di Jakarta kemarin.

Rekonsiliasi yang dimaksud adalah pihak panpel akan menjemput The Jakmania yang berada di wilayah Jakarta Utara. Memang, sudah menjadi tradisi, gesekan sering terjadi antara The Jakmania dan The North jak. Perselisihan tersebut kerap terjadi di wilayah pesisir utara, yang menjadi kantong- kantong suporter Laskar Si Pitung– julukan Persitara.

Untuk itu panpel telah mengantisipasi hal tersebut sehingga dapat meminimalisasi terjadinya bentrok antar suporter. “Ini salah satu upaya kami untuk menjamin keamanan. Kami berharap laga nanti bisa disaksikan penonton,” sebut Reza. Pihak panpel telah bertemu jajaran Polda Metro Jaya minus Kapolda pada Jumat (15/1) malam untuk membahas kemungkinan derby Ibu Kota disaksikan penonton.

Berdasarkan pertemuan tersebut, petinggi Polda yang berhubungan izin penyelenggaraan pada prinsipnya memperbolehkan derby disaksikan penonton dengan syarat tidak terjadi bentrok. “Hanya, izin tetap di Kapolda sehingga kami akan menghadapi beliau pada Senin nanti,” kata Reza. Kekhawatiran aparat kepolisian tidak memberikan izin derby Jakarta dihadiri penonton memang sangat beralasan.

Pasalnya, jajaran Polda Metro Jaya khawatir kedua pendukung akan ditumpangi pihak-pihak tertentu sehingga berpotensi menimbulkan perselisihan. “Apalagi ini kan masih dalam program 100 hari kabinet SBY-Boediono,” ujar Reza. Mengenai batas waktu (deadline) yang ditenggat PT Liga Indonesia (PT LI) pada Minggu (17/1), Reza berkomentar pihaknya telah mengklarifikasi kepada otoritas liga domestik tersebut.

Dalam pertemuan tersebut Sekretaris PT LI Tigor Shalom menyatakan akan memberi tambahan waktu hingga Senin (18/1) untuk mengurus derby Ibu Kota dapat disaksikan penonton. “PT LI tidak mempersoalkan itu,” tandas Reza. Kehadiran penonton dalam derby sangat penting. Selain sebagai tambahan moral, para pendukung dianggap sebagai pemain ke-12 bagi kedua tim.

Hal lain yang menjadi pertimbangan adalah kehadiran penonton akan memberikan kredit poin bagi penyelenggaraan-penyelenggaraan home Macan Kemayoran berikutnya. Selain derby Jakarta, berturut-turut Persija akan menjamu lawan sebanyak empat kali. Keempat pertandingan tersebut adalah kontra Persisam Samarinda, Minggu (24/1), Bontang FC, Rabu (27/1), Persijap Jepara, Sabtu (30/1), serta partai tunda lawan Persela Lamongan, Rabu (3/2).

Suber : http://bolaindo.com

Read more...

Kamis, 14 Januari 2010

PT Persija Jakarta Bagi-bagi Saham

PT Persija Jakarta akan menggantikan peran PT Persija Jaya. Direktur Utama, Nachrowi Ismail pun memberikan keterangan soal kondisi terkini perusahaan yang akan memayungi Persija di pentas Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010.

Pria yang akrab disapa Nara ini, mengaku bila saham untuk 30 anggota Persija, dijatah sebesar 45 persen. Sedangkan 30 persen saham, bakal dipegang oleh Nachrowi Ramli, Direktur Utama Persija Jakarta cs.

Sedangkan sisa 25 persen, disebut bakal dimiliki oleh beberapa pihak. Namun belum jelas siapa pihak yang dimaksud.

"Kami berikan porsi saham sepantasnya. Ini sudah menjadi kesepakatan bersama yang diputuskan saat kami dan 30 anggota Persija bertemu. Kami juga sudah menyerahkan soal kesepakatan ini kepada PT Liga Indonesia," kata Nara di bilangan Cikini, Jakarta, pada Rabu (13/1).

Investasi awal PT Persija Jakarta, kata Nara, berkisar pada angka Rp 1 Miliar. Ini terdiri dari 1000 lembar saham. Ia mengaku, tidak memodali sendiri PT Persija Jakarta. Namun, ia dibantu oleh beberapa rekannya yang juga peduli dengan Persija. Nara pun sudah menentukan posisi-posisi di PT Persija Jakarta nanti.

Ketua Umum Persija, Toni Tobias dijadikan komisaris PT Persija Jakarta. Sedangkan jabatan dibawah Direktur Utama, dibagi rata untuk pemodal dan anggota Persija.

Investor lain juga masuk dalam posisi direktur keuangan dan direktur bisnis. Untuk Direktur Operasi dan Pembinaan, sepenuhnya diserahkan kepada anggota dari internal klub Persija.

“Namun, bila ada personel dari pihak Pemerintah Daerah (PEMDA) DKI, harus ditelaah dulu. Karena, secara hukum, apakah diijinkan penyertaan modal berasal dari pihak pemerintah," katanya.

"Ini kan bentuknya Perseroan Terbatas (PT), profit oriented,” tambahnya soal kemungkinan personel Pemda DKI terlibat dalam PT Persija Jakarta.

Bukan Kepentingan Partai
Nachrowi merupakan Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta. Namun menurutnya, keinginannya untuk masuk dalam kepengurusan PT Persija Jakarta bukan membawa kepentingan partai melainkan murni keinginan pribadi.

"Saya masuk ke Persija bukan karena kegiatan partai. Ini murni kegiatan pribadi. Saya di sini untuk mengurusi pertandingan yang akan digelar Persija dan juga sisi bisnisnya. Sedangkan pengelolaan tim, sudah ada yang mengurus,” katanya.

Mengenai permasalahan internal yang sempat melanda Persija, Nachrowi mengaku akan mencari formula yang tepat dengan duduk bersama kepada semua pihak.

"Ini kan perkara komunikasi yang tersendat. Harus diselesaikan supaya potret Persija masa lalu, tidak perlu diulang kembali. Menyatukan visi dan misi semua pihak, agar prestasi Persija membaik,” terang pria yang juga ketua Badan Musyawarah (bamus) Betawi ini.

Sedang PT Liga Indonesia cukup puas dengan terbentuknya PT Persija Jakarta ini. Mereka rencananya akan bertemu dengan pengelola baru Persija pada Kamis (14/1) di kantor Liga.

“Yang terpenting, Persija sudah mencantumkan PT baru ke notaris. Itu yang utama. Sekarang, semua sudah jelas administrasinya. Namun kami masih tetap harus bertemu. Utamanya menanyakan riwayat pembentukan dan wewenang kepemilikan,” kata Joko Driyono, CEO PT Liga Indonesia.

Sumber : http://bolaindo.com

Read more...

Rabu, 13 Januari 2010

Persija Tahan Imbang Sriwijaya 1-1

Persija Jakarta kembali berhasil membawa pulang satu angka pada laga tandang. Kali ini pasukan Maman Suryaman itu berhasil menahan imbang Sriwijaya FC 1-1 pada lanjutan Liga Super Indonesia di Stadion Gelora Sriwijaya, Rabu (13/1).

Donasi tiga angka ini membuat Sriwijaya tertahan di posisi lima dengan 21 angka. Sedangkan Persija terpuruk di urutan 15 dengan 14 angka.

Meski bermain di kandang lawan, Persija tidak gentar dan mampu mengimbangi permainan Sriwijaya. Beberapa peluang pun mampu dilahirkan Persija.

Laga baru berjalan enam menit Persija hampir saja membuka keunggulannya ketika tendangan geledek bek sayap Ismed Sofyan ditepis oleh kiper Ferry Rotinsulu.

Semenit kemudian, giliran Sriwjaya yang mengancam lewat penyerang Rahmad Rivai, sayangnya tendangan eks pemain Persitara Jakarta Utara itu masih dapat diblok bek Leonard Tupamahu.

Di menit ke-15, Sriwijaya kembali mendapat peluang, akan tetapi tandukan Arif Suyono masih terlalu lemah sehingga mudah diamankan kiper Muhammad Yasir.

Peluang kembali didapat Sriwijaya di menit ke-23. Namun Rivai kembali gagal memaksimalkannya setelah tendangannya melebar dari gawang Yasir.

Tiga menit sebelum turun minum, Aliyudin nyaris membungkam publik Gelora Sriwijaya bila sontekannya tidak dihalau bek Isnan Ali tepat di garis gawang.

Persija akhirnya mampu memecah kebuntuan enam menit setelah jeda. Mendapat umpan dari Bambang Pamungkas, Aliyudin dengan dingin melewati Ferry sebelum menceploskan bola ke gawang kosong.

Sayangnya keunggulan ini tidak bertahan lama karena selang lima menit kemudian mampu disamakan oleh Rivai yang menyambut umpan Anoure Obiora.

Berhasil menyamakan kedudukan membuat Sriwijaya semakin intensif menekan Persija. Dua peluang sempat didapat Keith Kayamba Gumbs dan Ponaryo tapi masih belum membuahkan hasil.

Sriwijaya seharusnya dapat berbalik unggul saat laga tersisa delapan menit lagi, ketika mereka mendapat hadiah penalti akibat dilanggarnya Gumbs oleh Ismed. Sayangnya eksekusi yang dilakukan Gumbs mampu digagalkan Yasir.

Karena Sriwijaya gagal memanfaatkan beberapa peluang emas yang didapat dipenghujung laga skor 1-1 ini pun bertahan sampai bubaran.

Sumber : http://bolaindo.com

Read more...

Selasa, 12 Januari 2010

Misi Ulang Memori Manis Musim Lalu

Skuad Persija Jakarta telah tiba di di Palembang, Senin (11/1) pagi, dengan satu misi: mengulang kemenangan musim lalu di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (SGSJ) atas tuan rumah Sriwjaya FC.

Maman Suryaman, pelatih Persija, menyatakan Persija sangat siap meladeni Sriwijaya. Pria yang akhir bulan ini bakal berstatus asisten pelatih segera setelah kontrak Bendol sebagai pelatih timnas berakhir, mengatakan pihaknya telah mempersiapkan strategi dan komposisi pemain yang tepat. Dia juga mengklaim timnya datang dengan motivasi tinggi untuk menang.

Apalagi, dalam skuad Persija saat ini masih terdapat beberapa pemain yang turut merasakan kemenangan atas Sriwijaya di SGSJ musim lalu. "Di Persija masih ada Bambang (Pamungkas), Aliyudin, Ismed (Sofyan), serta Leonard (Tupamahu), yang musim sebelumnya meraih hasil bagus di sini. Tentu hal ini menjadi motivasi tersendiri bagi pemain untuk bisa mengulang sejarah itu. Semoga anak-anak bisa bermain lepas menghadapi Sriwijaya nanti,” ujar Maman yang memboyong sebanyak 18 pemain ke Palembang.

Di lain pihak, Sriwijaya bertekad menjaga rekor kandangnya musim ini. Mereka pun sadar, Persija bukan lawan enteng. Sebagai catatan, satu-satunya kekalahan Sriwijaya di kandang pada Liga Super justru didapat kala meladeni Macan Kemayoran.

Kala itu Persija unggul 2- 1 di SGSJ. Kekalahan itu pula yang merusak rekor menawan Sriwijaya di SGSJ. Mereka hanya sekali kalah sejak bergulirnya Liga Super musim 2008/ 2009. Sriwijaya 11 kali menang, 5 seri, dan 1 kali kalah dari 17 laga kandang musim lalu. Musim ini lawan-lawan yang datang ke Palembang pun tetap susah mengalahkan Laskar Wong Kito di Jakabaring.

Sejauh ini hasil yang dituai Charis Yulianto dkk di kandang mereka cukup memuaskan. Dari enam laga yang telah dilakoni Sriwijaya, lima di antaranya berakhir dengan kemenangan dan satu kali seri. ’’Semua lawan tentu memiliki karakteristik sendiri yang harus dicari solusi untuk mengatasinya. Tentunya saya sudah mengantongi hal itu dan tinggal menerapkannya saat pertandingan nanti,” ujar pelatih Sriwijaya Rahmad Darmawan, kemarin.

Sumber : http://bolaindo.com

Read more...

Senin, 11 Januari 2010

Persija Incar Striker Atau Playmaker

Posisi Persija Jakarta yang berada empat strip dari bawah di klasemen sementara Liga Super Indonesia (ISL) mulai membuat gerah manajemen tim ibukota itu.

Macan Kemayoran memastikan tak memperpanjang kontrak pemain yang tak menunjukkan penampilan maksimal. Richard Caceres menjadi nama yang paling sering disebut berpotensi untuk lengser dari tim utama.

“Soal pencoretan rencananya memang ada. Kita akan evaluasi jelang putaran II nanti. Masih ada enam pertandingan lagi sebelum putaran pertama usai. Salah satunya memang dia,” tukas Fery Indrasyarief, Asisten Manajer Persija.

Menurut Fery, Caceres dinilai minus lantaran peformanya tak sesuai dengan rekomendasi CV yang diterima tim manajemen.

“Waktu merekrut dia, kita hanya punya rekomendasi video. Saat kami tes, kondisinya biasa saja. Tapi, karena waktunya mepet jelang dimulainya Liga Super 2009/2010, terpaksa kita kontrak dia,” keluh pria asal Padang ini.

Sebagai gelandang bertahan, Caceres memang mesti bersaing keras dengan pemain timnas Singapura, Mustafic Fakhrudin serta legiun lokal yakni Ruly Soputan plus Heru Nerly serta Ramdani Lestaluhu.

“Kami memang belum resmi memutuskan kontrak Caceres. Sebab, hal ini harus melalui proses persetujuan paska evaluasi manajerial dari Pak Hariyanto Badjoeri selaku manajer tim, serta masukan ofisial tim pelatih,” terang Fery lagi.

Benny Dolo Sepakat

Direktur Teknik Persija, Benny Dolo, pun tak berbeda pendapat soal pemain gondrong ini.

“Caceres tidak fight sebagai defender. Memang skillnya lumayan, tapi adaptasi dengan gaya bermain Persija termasuk lambat. Sayang, padahal dia bukan tipikal pemain yang cengeng. Tapi, kita tidak butuh pemain yang tidak punya kontribusi buat tim,” tegas Bendol, sapaan Benny Dollo.

Jika Caceres jadi keluar, maka kuota pemain asing tim oranye berkurang menjadi tiga orang. Kondisi ini disikapi kritis oleh Bendol. Namun, pria yang juga masih menjabat pelatih timnas Indonesia ini, justru memberi sinyal bakal menambah jumlah pemain di lini depan.

“Untuk gelandang bertahan, sudah cukup. Justru, kami tengah mencari posisi striker untuk melapis pemain yang sudah ada. Kandidatnya sudah ada. Dia pemain asal Afrika dan pernah merumput di Indonesia,” terang Bendol yang masih menyimpan nama kandidat pesaing striker utama Persija, Bambang Pamungkas itu.

Namun, pendapat berbeda dilontarkan Fery. Ia malah meyakini pos playmaker menjadi titik krusial demi kebutuhan Persija.

“Rencananya, jika Caceres jadi keluar, maka kami mengincar pemain dengan karakter sebagai pembagi bola. Playmaker tapi yang banyak bergerak dari tengah, bukan dari sayap,” demikian tukas Fery dengan menyodorkan nama Luciano Leandro sebagai contoh playmaker yang ia maksud.

Apapun posisinya, jelas laskar Jakarta meski segera berbenah bila tak ingin semakin terpuruk. Jendela transfer yang segera dibuka pada 3 Februari mendatang, menjadi kunci perburuan pemain yang tepat sesuai kebutuhan tim.

Sumber : http://bolaindo.com

Read more...

Benny Dollo Jadi Pelatih Kepala Persija

Persija Jakarta mengalami perubahan komposisi pelatih. Maman Suryaman yang sebelumnya berstatus pelatih kepala Persija digantikan Benny "Bendol" Dollo.

Kendali Macan Kemayoran saat ini sepenuhnya diambil alih Pelatih Bendol. Pria yang semula menjabat direktur teknik ini beralih status menjadi pelatih kepala, imbas berakhirnya kontrak Bendol bersama timnas Indonesia pada Sabtu (30/1). Laga Merah Putihkontra Oman di Grup B Pra-Piala Asia (PPA) 2011 yang berakhir dengan skor 1-2 menjadi tugas terakhirnya.

Namun, PSSI masih berencana menggunakan jasanya di laga terakhir versus Australia pada 3 Maret nanti. Asisten Manajer Persija Ferry Indra Syarief mengungkapkan, perubahan status pelatih sesuai dengan klausul kontrak. Bendol otomatis menjadi pelatih kepala saat kontraknya bersama timnas selesai.

“Tim saat ini menjadi tanggung jawab penuh Pak Benny Dollo. Dia menjadi pelatih kepala Persija. Sejak awal kami sudah mencantumkan hal ini dalam perjanjian kontrak. Perubahan status tersebut juga tidak berpengaruh terhadap nilai kontraknya. Itu semua sudah disepakati sejak awal,” ungkapnya kemarin.

Berdasarkan strata, Bendol sebenarnya mengalami penurunan fungsi dan jabatan. Sebab, status direktur teknik klub di atas pelatih kepala. Lingkup tanggung jawabnya juga lebih luas karena meliputi perkembangan tim senior dan junior.

Namun, keberadaan direktur teknik klub Liga Super saat ini hanya sebatas menyiasati regulasi. Liga Super hanya mengizinkan pelatih dengan lisensi A beredar. Lalu, pelatih timnas tidak boleh merangkap jabatan dengan klub. Bergabungnya Bendol yang saat itu berstatus pelatih timnas ke Persija sempat mengundang polemik. PSSI akhirnya mengendurkan regulasi meski dengan beberapa persyaratan.

Mantan pelatih Persita Tangerang tersebut hanya boleh berdiri di belakang layar Macan Kemayoran meski pada akhirnya tetap duduk di bench pemain saat mereka bertanding. “Berubahnya Pak Benny menjadi pelatih memang berpengaruh pada lainnya. Posisi Pak Maman saat ini adalah asisten pelatih. Hal ini juga sudah dibicarakan sejak awal,” tutur Ferry.

Kebijakan serupa sudah lebih dahulu dijalankan Persiwa Wamena. Mereka merevisi posisi status direktur teknik menjadi asisten pelatih, sedangkan posisi pelatih kepala tetap. Sebab, direktur teknik Persiwa hanya berlisensi B. Minus Persija dan Persiwa saat ini tinggal Persiba Balikpapan yang menganut kebijakan direktur teknik. Keputusan ini juga diambil untuk menyiasati regulasi Liga.

“Untuk posisi lainnya tidak mengalami perubahan. Kondisi ini juga tidak berpengaruh ke tim. Kami siap untuk laga berikutnya,” katanya. Bambang Pamungkas dkk akan dijamu Sriwijaya FC (SFC), Rabu (13/1). Ferry menambahkan, Persija akan membawa 18 pemain, termasuk M Ilham. Namun, Macan Kemayoran tidak akan menyertakan gelandang Fahrudin Mustafic yang terkena akumulasi kartu. Persija sebelumnya menahan imbang 0-0 tuan rumah Persib Bandung, Minggu (9/1).

“Senin pagi besok (hari ini) kami berencana berangkat ke Palembang. Lalu, sorenya mulai berlatih. Kami akan memangkas tiga pemain yang dibawa ke Bandung, termasuk Fahrudin,” tuturnya.

Sementara itu, Maman mengklaim tidak terlalu mempersoalkan statusnya yang berubah bersama tim. Sebab, selama ini pembeda status hanya hitam di atas putih.

“Saat ini belum ada perubahan karena harus menunggu sampai akhir bulan. Tapi, pada dasarnya tidak ada masalah. Selama ini semua kebijakan tetap berasal dari Pak Benny meski pelaksanaan di lapangan dijalankan saya. Kami berharap hal ini tidak menjadi polemik,” tandasnya.

Sumber : http://bolaindo.com

Read more...

Sabtu, 09 Januari 2010

Persija Tahan Imbang Persib

Persib Bandung harus puas berbagi poin saat menjamu Persija Jakarta di bigmatch Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010. Kedua tim elit ini hanya mampu bermain imbang 0-0.

Dengan tambahan satu poin ini, baik Persib maupun Persija tak mampu beranjak di klasemen sementera. Maung Bandung tetap berada di peringkat 12 dengan torehan 15 poin dari 12 laga. Sedangkan Persija masih berada satu peringkat di bawah Persib dengan koleksi 13 poin dari 11 laga yang telah dijalani.

Bertanding di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu 9 Januari 2010, Persib memang tak diperkuat gelandangnya Suchao Nutnum yang harus menjalani wajib militer di Thailand. Sebaliknya Persija juga tak diperkuat M Ilham yang mendapat akumualsi kartu.

Ucapan selamat datang Persib buat Persija datang di menit ke-6. Berawal dari tendangan bebas, Hilton Moriera berhasil melepaskan tandukan. Sayangnya tandukan pemain Brasil ini masih gagal menemui sasaran.

Persib kembali membuka peluang lewat Cristian Gonzales di menit ke-12. Namun tendangan salto El Loco masih bisa ditepis kiper Persija M Yasir dan hanya berbuah sepak pojok.

Peluang kembali tercipta buat kubu Maung Bandung di menit ke-25. Kali sepakan keras Cucu Hidayat dari luar kotak penalti harus membuat M Yasir bekerja keras mengamankan gawangnya. Yasir bahkan harus kembali berjibaku guna mengamankan bola rebound Erlangga Sucipto.

Persija bukan tanpa peluang. Macan Kemayoran juga beberapa kali mengancam gawang Persib yang dikawal Sinthaweechai Hathairattanakool.
Peluang terbaik datang dari tendangan bebas Ismed Sofyan di menit ke-36. Sayangnya bola melengkung Ismed masih bisa ditepis Kosin. Hingga turun minum kedudukan masih sama kuat 0-0.

Pada babak kedua tensi permainan semakin keras. Duel-duel keras terjadi di lapangan tengah. Persija yang berpeluang menggusur Persib jika berhasil menang, membuka peluang pertama di menit ke-50. Sayangnya bola umpan silang Mushafri gagal dijangkau Bepe yang sebenarnya berdiri tanpa pengawalan.

Meningginya tensi permainan juga terlihat di menit ke-63 saat Hilton dan Abanda bersitegang. Berawal dari dorongan Abanda, Hilton terjatuh di kotak penalti. Namun wasit tak melihat itu sebagai sebuah pelanggaran.

Peluang terbaik Maung Bandung terjadi di menit ke-77. Berawal dari kesalahan kiper M Yasir menguasai bola, El Loco mempunyai peluang mencetak gol. Namun lagi-lagi El Loco membuang kesempatan setelah bola sepakannya justru meluncur jauh di atas mistar.

Meski kedua tim silih berganti menyerang, namun hingga 90 menit pertandingan skor kacamata tak berubah.

Susunan pemain

Persib: Sinthaweechai Hathairattanakool, Maman Abdulrahman, Rene Martinez, Nova Arianto, Wildansyah, Eka Ramdani, Atep, Cucu Hidayat, Hilton Moriera, Cristian Gonzales, Airlangga Sucipto (Budi Sudarsono, 70).

Persija: M Yasir, Ismed Sofyan, Abanda Herman (Rully Soputan, 77), Leonard Tupamahu, Erik Setiawan, Baihakki Khaizan, Mustafic Fahrudin, Salim Alaydrus, Agus Indra, Bambang Pamungkas, T.A Mushafri (Ramdani Lestaluhu, 59).

Sumber : http://bolaindo.com

Read more...

Kamis, 07 Januari 2010

Persija Coba Manfaatkan Celah Nonteknis

Persija Jakarta mengaku diuntungkan dengan status pertandingan tuan rumah tanpa penonton. Namun, Macan Kemayoran tidak bisa menghindari problem lain.

Macan Kemayoran mengklaim sudah melakukan persiapan matang sehari menjelang bentrok kontra Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (9/1). Absennya gelandang M Ilham karena akumulasi kartu sudah diantisipasi. Sebagai suksesornya, TA Musafri yang akan ditunjuk. Baru kembali memperkuat timnas Indonesia di penyisihan Grup B Pra-Piala Asia (PPA) 2011, tapi energinya tidak banyak terkuras. ’’Kondisi pemain bagus. Kami akan memainkan Musafri pada posisi yang ditinggalkan Ilham,’’ tutur Pelatih Persija Maman Suryaman kemarin.


Persija memang mengklaim tidak diuntungkan dengan kondisi striker Bambang Pamungkas yang kelelahan setelah bergabung bersama timnas. Hal serupa juga dialami duo Singapura, Mustafic Fahruddin dan Baihakki bin Kaizan. Namun, mereka diuntungkan oleh pulihnya kondisinya Leo Saputra dan Agus Indra Kurniawan.

’’Semoga besok(hari ini) kondisi Bambang sudah pulih. Bagaimanapun, kami membutuhkan tenaganya. Persija butuh kemenangan. Kami juga mulai bebas dari pemain cedera. Secara keseluruhan tim sudah siap,’’ ungkapnya.

Bambang Pamungkas dkk butuh kemenangan untuk mengatrol status di klasemen Liga Super 2009/2010. Maklum, performa mereka agar meredup sejak kick-off. Sempat terperosok ke zona merah, kini mereka berada di strip 13 dengan nilai 12 dari 10 laga. Terpaut dua angka dari Persib yang berada tepat di atasnya dengan jumlah laga plus satu. Maman menambahkan, Persija sedikit terbantu dengan status laga yang digelar tanpa penonton. Kondisi minus dukungan tuan akan dimanfaatkan klub untuk menekan mental pemain lawan.

’’Kami akan bermain menyerang, apalagi mereka akan bermain sendirian. Kami memang agak diuntungkan oleh situasi ini. Tapi, kami tetap berhati-hati karena materi mereka memang bagus,’’ lanjutnya.

Hanya, Macan Kemayoran belum terbebas dari problem secara keseluruhan. Sebab, mereka harus menyerahkan status pembentukan PT baru sebelum pukul 24.00 WIB, Kamis (7/1). Sekretaris PT Liga Indonesia Tigorshalom Boboy mengatakan, sampai pukul 19.30 WIB, kemarin, Persija belum juga memasukan dokumen pendirian PT baru.

’’Dokumen PT baru belum masuk. Kami akan tunggu sampai malam nanti. Sejauh ini komunikasi dengan mereka baik dan proses pembentukan PT baru ada kemajuan cukup signifikan,’’ katanya. PT Persija Jakarta akhirnya dipakai untuk menggantikan nama lama, yaitu PT Persija Jaya. Namun, proses pengajuan nama PT baru tersebut baru sampai pada tahapan akta notaris.

’’Akta pendirian dari notaris sudah lebih dari cukup.Kan butuh waktu lama untuk sampai pada tahan pengesahan. Dengan masuk ke notaris, berarti ada kejelasan. Namun, tetap saja semua ditunggu sampai malam nanti (kemarin). Konsekuensi akan mereka terima kalau melewati batas waktu yang ditetapkan,’’ tandasnya.

Sumber : http://bolaindo.com

Read more...

Rabu, 06 Januari 2010

Apakah Supporter Menjadi Suatu Ancaman?

Apa sebenarnya yang terjadi pada Supporter kita(Supporter indonesia), bolehlah saya katakan dan kawan-kawan lain katakan jika dalam mendukung Timnas Suppporter kita kompak, berpadu satu di dalam stadion untuk mendukung team garuda berlaga, seperti contohnya pada piala Asia tahun 2007 lalu di Senayan, warna merah putih di padu dengan gempuran suara yang menggema di stadion, dan kita yang menyaksikan di layar kaca seperti berasa di dalam stadion.

Kekompakan tersebut membuat masyarakat dunia bisa jadi iri, jika mereka banyak tahu akan keadaan itu, tidak ada yang bisa menandingi jumlah supporter Indonesia, dengan jumlah penduduknya dan mereka adalah mayoritas penggemar sepak bola, dengan dukungan seperti itu tentu saja bisa membuat team lain akan minder menghadapi tim nasional indonesia(jangan mengatakan prestasi team),gelombang ombak supporter yang serasi dan terus mengalir sepanjang pertandingan adalah suasanya yang sangat membanggakan dan mengharukan(bagi yang terharu).

Namun keadaan tersebut berbanding terbalik saat para supporter tersebut kembali mengenakan kaos teamnya masing-masing,warna kedaerahan akan hadir di tambah dengan bumbu anarkisme yang tidak terkontrol, apa yang sebenarnya terjadi dengan Supporter Team Indonesia?



Saling ejek, baku hantam yang dapat menimbulkan pertumbahan darah, seperti hewan yang sudah tidak mengenal saudaranya sendiri, apakah ini yang di sebut budaya Indonesia? dan apakah ini adalah watak manusia yang di beri akal dan pikiran?

Perasaaan me-nomor satukan kelompok Supporternya, dan membangga-banggakan secara berlebihan kepada teamnya adalah salah satu faktor yang membuat para kelompok oknum Suppporter tersebut memiliki watak dan perilaku HEWANI,hilang sudah watak kemanusiaanya, jika mereka punya naluri manusia harusnya tidak demikian.

Kembali saya membaca sebuah berita di harian Kompas,Panitia pelaksana pertandingan Persela Lamongan mengimbau suporter Persebaya Surabaya yang akrab disapa “bonek”, tidak datang ke Lamongan saat kedua tim bertemu pada pertandingan Indonesia Super League (ISL), Minggu (3/1).

Ketua Panpel Persela Yulianto Lamongan, Senin (28/12), mengaku khawatir dengan kehadiran bonek, terutama menyangkut sisi keamanan dan kenyamanan bagi penonton tuan rumah.

Selain itu, kapasitas Stadion Surajaya Lamongan yang hanya mampu menampung maksimal 10 ribu penonton, juga menjadi pertimbangan tersendiri bagi panpel. Kapasitas itu hanya cukup memenuhi pendukung Persela.

“Kami memang mengimbau bonek supaya tidak datang ke Lamongan saat pertandingan nanti. Selama ini pertandingan Liga Super di Lamongan belum terusik keributan dan kami sangat menjaga masalah itu,” katanya.

Selama beberapa waktu terakhir, suporter Persela dan Persebaya terlihat tidak kompak, baik ketika bermain di Surabaya maupun Lamongan.

“Sebagai panpel, kami memang tidak bisa melarang dan mengusir setiap penonton yang akan datang ke stadion. Tapi, demi keamanan bersama, kami sangat berharap bonek tidak datang dan sebaliknya ketika nanti Persela main di Surabaya, supporter kami juga tidak ke sana,” ujar Yulianto.

Hilang sudah kepercayaan kepada Bonek, seakan-akan bonek adalah pembunuh yang akan menumpahkan darah jika datang ke Lamongan, padahal jarak lamongan-Surabaya tidak sampai memakan waktu 2 jam perjalanan darat, tapi aroma permusuhan sudah bisa di tebak dan akan terjadi jika keduanya bertemu, manusia yang ketakutan akan manusia lain jika sudah mengenakan kaos Supporter, semoga semua pihak akan sadar, dan marilah kita bersama-sama membangun sebuah warna baru dalam dunia supporter dan sepak bola Indonesia.

Supporter adalah pasukan yang harusnya memberikan warna,hiburan dan rasa kekeluargaan, bukan suatu kelompok dimana dengan kedatangannya menimbulkan ketakuatan, jika demikian hilang sudah filosofi sepak bola, hiburan yang menjadikan teror dan ancaman,Salam Damai Supporter Indonesia.

Sumber : http://supporter.web.id

Read more...

Kecewa dengan Prestasi Timnas, Eji Nekat Masuk Lapangan

Mengaku kecewa dengan penampilan tim nasional Indonesia saat menjamu Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu (6/1/2010), dalam kualifikasi Piala Asia 2011, Hendri Mulyadi berbuat nekat. Penonton yang juga suporter timnas Indonesia ini memanjat pagar pembatas dari Sektor 23 dan berlari mengejar bola yang sedang dimainkan oleh pemain kedua tim yang bertanding.

Kontan saja, perhatian puluhan ribu pasang mata di dalam stadion dan jutaan pemirsa televisi baik yang ada di Indonesia maupun yang ada di Oman yang sedang menyaksikan pertandingan yang disiarkan secara langsung oleh RCTI itu tertuju kepada sosok pemuda lulusan SMAN 1 Bekasi, warga Kampung Serang RT 002 RW 001 Serang, Cikarang Selatan, Bekasi, itu.

Eji, begitu Hendri Mulyadi disapa, masuk ke lapangan ketika pertandingan memasuki injury time dan tersisa empat menit. Dengan sekuat tenaga ia mengejar bola yang sedang dalam permainan. Meskipun sempat dicegat oleh Boaz Salossa, Eji tetap mengejar bola yang berada di tepi lapangan dan terus memburu si kulit bundar serta men-drible-nya bak seorang pemain sepak bola profesional ke arah penjaga gawang Oman, Ali Al Habsi.

Aksi Eji sempat mendapat tepukan dari penonton. Sayang, dia gagal menceploskan bola ke gawang Al Habsi yang dengan cekatan menangkap tendangan Eji.

Seusai menendang bola, Eji langsung ditangkap oleh puluhan petugas polisi yang bertugas di tepi lapangan. Ia dibawa ke pos penjagaan dan diinterogasi petugas polisi.

"Saya minta maaf atas ulah saya ini kepada masyarakat sepak bola di Tanah Air. Saya kecewa atas prestasi timnas Indonesia yang tidak pernah menang, selalu kalah bahkan selalu seri," tuturnya penuh penyesalan di ruang interogasi yang ada di seputar Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Di tengah interogasi yang disaksikan oleh puluhan petugas polisi, Eji yang kelahiran tahun 1989 ini sempat ditanyai beberapa pertanyaan oleh beberapa petugas polisi.

"Hei Eji, mengapa tadi tidak berhasil mengegolkan bola ke gawang Oman, coba tadi kalau kamu memasukkan bola, tentu Indonesia tidak kalah, seri jadi 2-2," begitu celotehan beberapa petugas polisi yang mengganggu dirinya.

Eji sendiri saat ditanya Persda Network apakah dirinya tidak kecewa dikatakan "gila" atau kurang waras akibat tingkah lakunya itu, ia hanya menggeleng. "Biar saja masyarakat yang menilai, saya pasrah, saya hanya kecewa dengan prestasi timnas Indonesia yang selalu kalah, kalau tidak kalah bermain imbang," tuturnya.

Sementara itu, seorang petugas polisi yang mencatat alamat Eji, Aipda Slamet Raharjo, mengatakan, Eji akan dibawa ke Polsek Tanah Abang untuk di-BAP. "Saya rasa ia terkena pasal mengganggu ketertiban umum, untuk itu ia akan dibawa ke Polsek segera," jelasnya.

Sumber : http://bolaindo.com

Read more...

Kalah, Indonesia Gagal ke Piala Asia 2011

Pupuslah harapan Indonesia untuk tampil di Piala Asia Qatar 2011. Kekalahan 1-2 dari Oman dalam lanjutan kualifikasi Grup B turnamen empat tahunan ini, Rabu (6/1/10), di Gelora Bung Karno, menutup pintu bagi tim Garuda untuk ambil bagian.

Sebenarnya, Indonesia masih menyisakan satu pertandingan lagi melawan Australia pada 3 Maret mendatang di Suncorp Stadium. Tetapi, kekalahan ini memastikan pasukan Merah-putih tersingkir karena tak mungkin lagi menggeser dua tim teratas, dan ini untuk pertama kalinya Indonesia absen setelah pada empat kali berturut-turut selalu ikut.

Kekalahan ini juga membuat Indonesia semakin tenggelam di dasar klasemen sementara karena baru mengumpulkan tiga poin dari lima pertandingan yang sudah dilakoni. Mereka terpaut empat angka dari Kuwait dan Australia yang berada di atas.

Sedangkan bagi Oman, tambahan tiga poin ini memiliki arti yang sangat penting. Pasalnya, tim besutan pelatih Claude Le Roy ini menguak harapan untuk lolos karena sudah mengantongi tujuh poin. Kini, mereka tinggal bertarung all-out pada partai pamungkas nanti ketika menjamu Kuwait di Sultan Qaboos Sports Complex pada 3 Maret.

Oman lebih dulu membuka keunggulan pada menit ke-31 lewat gol Fawzi Basheer, sebelum Boaz Salossa menyamakannya menjadi 1-1 menjelang turun minum. Tapi di babak kedua, Oman memastikan kemenangannya lewat gol Ismail Sulaiman pada menit ke-52.

Jalannya pertandingan

Bermain dengan tuntutan harus menang, pelatih Benny Dollo (Bendol) menurunkan formasi 4-3-3. Tiga striker, Budi Sudarsono, Bambang Pamungkas dan Boaz Salossa diturunkan sebagai starter. Harapannya, triple B ini bisa menggedor pertahanan Oman.

Namun di 10 pertama, belum ada tanda-tanda Indonesia bakal menjebol gawang Oman. Bahkan, pasukan Garuda ini tak pernah membahayakan gawang lawan yang dikawal Al Habsi, penjaga gawang Bolton Wanderers.

Malah sebaliknya, Oman yang bermain dengan irama sedang, bisa menekan pertahanan Indonesia. Umpan-umpan silang yang tampaknya menjadi strategi pelatih Claude Le Roy, memaksa Nova Ariyanto dan Charis Yulianto, bekerja keras untuk menghalaunya.

Pada menit ke-15, Oman membuat para suporter Indonesia terhenyak. Dari sisi kiri pertahanan Indonesia, Al Mukhaini melepaskan tendangan keras dengan kaki kirinya dari luar kotak penalti, yang memaksa Markus Horison berjibaku untuk menghalau bola keluar sehingga melahirkan tendangan pojok.

Ini rupanya menjadi momen kebangkitan Oman sehingga mereka mulai mendominasi jalannya pertandingan. Tak lama berselang, striker Qasim Said Sanjoor melakukan penetrasi dari sisi kiri dan mampu menembus kotak penalti. Beruntung, Markus mampu mengantisipasi tendangan keras kaki kanan Qasim sehingga dengan sempurna bisa menangkap si kulit bundar.

Situasi ini membuat kubu Indonesia semakin terdesak. Tak heran jika Bambang dan Boaz terpaksa harus turun sampai ke lini belakang untuk membantu pertahanan. Dan, Oman pun dengan leluasa memainkan bola dari kaki ke kaki dan menguasi lini tengah.

Menit 31, Oman mampu mengoyak jala Indonesia. Tetapi keberuntungan masih menaungi Indonesia, karena wasit menyatakan gol itu tidak sah karena tendangan bebas dilakukan sebelum dia (wasit) bunyikan peluit.

Tendangan harus diulang. Ternyata, Oman kembali mengoyak jala Markus lewat sundulan Basheer. Pemain ini memanfaatkan keunggulan tinggi badannya karena meskipun mendapat kawalan, dia dengan mudah menyambut umpan yang dilepas rekannya ke dalam kotak penalti. 1-0 untuk tim tamu.

Melihat permainan timnya tak berkembang, Bendol melakukan perubahan. Pada menit ke-36, dia menarik keluar Budi dan memasukkan striker Persija Jakarta Abdul Musafry.

Kehadiran striker Persija Jakarta ini mengubah warna permainan Indonesia yang mulai tampil lebih agresif. Ini membuat barisan belakang Oman mulai bekerja keras untuk mengadang laju tiga striker tuan rumah.

Dan, pada menit ke-42 Indonesia mendapat peluang pertama ketika Bambang menyundul bola umpan tendangan pojok Firman Utina. Sayang, usaha Bambang itu mampu diredam Al Habsi yang dengan sempurna menangkap bola yang melaju kencang itu.

Momen ini menjadi kebangkitan Indonesia, karena mereka mulai mendominasi pertandingan. Hasilnya diraih pada menit ke-45, ketika Boaz mengoyak jala Al Habsi.

Striker Persipura Jayapura ini berhasil memenangkan duel dengan pemain belakang Oman. Dengan ketenangannya, Boaz mampu memperdaya Al Habsi karena bola tendangan kaki kanannya melesak ke dalam gawang setelah sempat membentur pemain belakang yang berusaha menahan si kulit bundar.

Babak pertama berakhir 1-1.

Di awal babak kedua, Charis melakukan blunder. Alih-alih ingin melewati Al Housni Hassan, kapten Indonesia ini justru kehilangan bola karena mampu direbut pemain bernomor punggung 14 tersebut. Beruntung, tendangan Hassan dari luar kotak penalti masih melebar di sisi kiri gawang Markus.

Oman kembali memegang kendali permainan. Permainan bola dari kaki ke kaki membuat para pemain Indonesia kesulitan untuk membendung, dan puncaknya terjadi pada menit ke-52, ketika Charis dan Isnan Ali tak mampu mengadang pergerakan Sulaiman yang membuat Oman unggul 2-1.

Kurangnya komunikasi di antara dua pemain belakang Indonesia ini memudahkan Sulaiman mengeksekusi bola untuk memperdaya Markus. Isnan hanya menendang angin ketika bermaksud menghalau bola keluar, sehingga si kulit bundar tetap dalam penguasaan Sulaiman yang dengan mudah melepaskan tendangan keras dengan kaki kanannya dan bola bersarang di kanan atas gawang Indonesia.

Keunggulan tersebut semakin meningkatkan kepercayaan diri para pemain Oman. Mereka terus mengurung pertahanan Indonesia memainkan bola di depan kotak penalti, sehingga tak memberikan kesempatan kepada pasukan tuan rumah untuk keluar menyerang karena harus konsentrasi bertahan.

Menit ke-69, Oman nyaris menambah keunggulan ketika mereka mulai membangun serangan dari sayap kanan. Tetapi, sundulan Hassan menyambut umpan silang Bait Doorbeen masih di atas mistar gawang Markus.

Gelombang serangan Oman terus menghantam pertahanan Indonesia. Pada menit ke-77, mereka kembali mengancam gawang Markus, lagi-lagi lewat Hassan yang lolos dari jebakan offside. Tetapi, bola hasil eksekusi kaki kanan Hassan masih tipis di atas mistar gawang.

Meskipun terus mendapat tekanan, Indonesia masih bisa keluar menyerang, yang terjadi pada menit ke-79. Sayang, tendangan Boaz yang lebih dulu melakukan solo run, masih membentur kaki bek sehingga hanya melahirkan tendangan pojok.

Saat injury time, tercipta pemandangan yang cukup mengejutkan. Seorang suporter Indonesia masuk ke dalam lapangan. Puluhan polisi terpaksa mengejar untuk meringkus laki-laki yang mengenakan kostum merah tersebut.

Sampai peluit panjang berbunyi, Bambang dan kawan-kawan tak mampu mencetak gol balasan. Indonesia kalah 1-2.

Ini menjadi tamparan keras bagi persepakbolaan Indonesia, karena kembali gagal total. Sebelumnya, pasukan muda Indonesia (U-23) juga tak berdaya di SEA Games XXV Laos, karena menjadi juru kunci dan tak pernah meraih kemenangan di pesta olahraga negara-negara Asia Tenggara tersebut.

Sumber : http://bolaindo.com

Read more...

Selasa, 05 Januari 2010

Apakah Jakarta Hanya Milik Jakmania?.

Supporter – Bisa di lihat dan tak usahlah saya berkata banyak tentang laga derbi, tidak hanya di indonesia, di luar negeri/di inggris yang sejarah sepak bolanya sudah ratusan tahun masih saja laga derbi menimbulkan polemik panas, mulai dari pemain hingga supporter, adu jotos bak petinju bukan pemandangan langka lagi, hebat dan luar biasa saya katakan, menurut kalian?…

Dan bagaimana keadaan derbi di Luar negeri?saya tidak akan bercerita hal tersebut,silahkan jalan-jalan di google terkait aroma derbi di luar negeri, saya hanya akan mengulas derbi Liga Indonesia meskipun”sedikit”, ISL dan nama-nama liga sebelumnya juga sering terjadi bentrok antar pemain, panasnya laga membuat GAP(Persaingan) antara pemain membuat mereka sudah tidak bisa menahan tangannya untuk tidak melakukan pemukulan kepada pemain team lawannya,bahkan seorang pemain yang berlabel TIMNAS pun bisa terpancing nafsunya untuk main tangan, siapa pemain tersebut?silahkan juga cari di google, klo saya ulas di sini bisa jadi saya kena UU IT.



Musim ISL kali ini ada 2 laga derbi, di Jakarta antara Persitara dan Persija, laga klasik dua team ibu kota yang tidak pernah akur antar Supporternya”NJ MANIA” dan “JAKMANIA” mereka selalu serang dan tak ada satupun yang berjiwa besar untuk mengalah, JAKMANIA sendiri mem-PLOT tidak ada team lain atau Supporter lain di Ibu Kota selain Persija dan Jakmania, sehingga keberadaan si Pitung dengan NJ Mania tidak pantas ada di Jakarta, hanya Orange sajalah yang pantas dan wajib di akui di Ibu Kota! kenapa Supporter Persija banyak pendukungnya selain Persitara?

Saya menilai faktor penyebabnya adalah masalah nama yang di gunakan, jika Persija adalah “PERSATUAN SEPAK BOLA JAKARTA” yang artinya adalah secara umum/global, sedangkan Persitara adalah “PERSATUAN SEPAK BOLA JAKARTA UTARA” itu tandanya Persitara hanya milik masyarakat Jakarta Utara, yang luas wilayahnya tentu saja tidak sebanding jika Jakarta secara keseluruhan begitu juga jumlah pendukungnya.

Keadaan seperti ini adalah sebuah ironi, hanya karena masalah sekecil itu konflik bisa terjadi, sama-sama betawi yang harusnya bisa saling menghormati, namun ingat saya tidak bermaksud menyinggung Suku. Jakarta adalah Ibu Kota negara Indonesia, tentu saja penduduknya tidak hanya dari Jakarta saja, semua warga negara berhak untuk tinggal di sana untuk mencari penghidupan yang lebih baik, tapi jangan ke Jakarta hanya untuk “GEMBEL” menjadi pengemis, perampok/ jadi Setan wujud manusia, dimana kedatangannya menimbulkan masalah bagi orang lain.

Kembali ke Topic, masalah rivalitas dan keinginan untuk memadukan Jakmania menjadi satu tanpa terpecah belah sebenarnya adalah tujuan baik, dengan harapan seluruh Jakarta menjadi Satu, seperti Kata2 yang sering di ucapkan oleh Jakmania”Satu Jakarta Satu”.

Tapi dimana letak HAM bagi supporter NJ MANIA? meskipun sedikit tetap hargailah mereka wahai saudaraku Jakmania, mereka berhak menjadi bagian Jakarta, pakailah Orange kalian dan hormatilah Biru nya NJ MANia, jika Jakmania dan NJ Mania bertemu seluruhnya, saya yakin kok kalo berantem tanpa ada yang memisah warna biru tidak akan kelihatan”"maaf”bukan bermaksud memojokkan NJ MANia dan tak ada keinginan dari saya agar kalian saling berantem.

Ke depan, temen-temen Jakmania dan NJ Mania dapat kokoh menjadi satu bagian Supporter Jakarta yang bisa membawa nama baik Jakarta dan Supporter ibu Kota pada Umumnya, tidak lucu kan satu saudara, yang jika terjadi hujan sama-sama kebanjiran tapi di saat mencari hiburan berupa sepak bola kalian malah saling memurkai,harap di pikirkan.Hargailah yang lain jika kalian ingin di Hargai, semua yang di tanam akan kembali ke diri kalian masing-masing. Salam Satu Jiwa.

Sumber : http://supporter.web.id

Read more...

Korban Suporter atau Suporter Korban?

Apa reaksi Anda saat bersantai menyaksikan berita di televisi lalu sejurus kemudian disuguhi informasi yang menyebutkan kelompok supporter tertentu mengamuk dengan melakukan pelemparan ke tengah lapangan dan melakukan pembakaran di beberapa titik di tribun stadion? Kaget atau malah berkata pada diri sendiri “ah Liga Indonesia, sudah biasa”.

Belum selesai disana, esok harinya terbitlah berita di koran yang menyebutkan kelompok supporter tertentu mengamuk karena timnya kalah dan lain sebagainya yang tentu menyudutkan kelompok yang berulah itu. Adilkah? Mungkin ya, mungkin tidak.

Loh kok? sudah jelas mereka yang berbuat karena timnya kalah, supporter di Indonesia mana ada yang dewasa? Mungkin demikian pandangan masyarakat umum dan saya tidak dalam posisi untuk menyangkal hal itu, tetapi boleh kiranya saya mengungkapkan sudut pandang lain yang mungkin bodoh dan sangat sederhana, tetapi bukankah ide yang paling sederhana terkadang jawaban tepat?

Menurut saya sungguh picik jika kita sekadar menonton, mendengar atau membaca berita sebuah kerusuhan di tempat yang damai lalu dengan mudahnya menghakimi “ah payah ah, dasar supporter kampungan” (terlebih Anda adalah penggemar atau penggila sepak bola tetapi tidak pernah datang ke stadion alias terlalu senang dengan sepak bola luar negeri alias tidak suka atau mungkin tidak peduli dengan perkembangan sepak bola domestik).

Suka tidak suka, peristiwa pelemparan atau pembakaran di dalam stadion di Indonesia adalah cerita lama yang terus berulang-ulang bahkan sejak jaman kompetisi perserikatan dan galatama masih berjalan masing-masing. Terkait hal ini, tentu kita semua juga tahu bahwa berbagai usaha berbentuk himbauan kepada supporter agar berlaku tertib mungkin setiap tahun ada spanduk atau flyer yang dibagikan disekitar stadion. Lalu mengapa tidak ada perubahan? pasti ada yang salah disini.

Bukan saya mau bersikap sok tahu, tetapi saya ceritakan sedikit yang terjadi di stadion mungkin hampir di seluruh Indonesia:
1. Tahukah Anda jika banyak petugas keamanan yang datang ke stadion tetapi matanya tertuju kepada lapangan pertandingan dan bukan mengawasi penonton?
Ini sebetulnya kesalahan kecil, tetapi berdampak besar. Kenapa, karena sebetulnya saat petugas keamanan mengawasi supporter sepanjang pertandingan, maka letupan-letupan kecil yang ada bisa langsung terdeteksi.

2. Tahukah Anda ada larangan membawa air dalam kemasan (botol) tetapi banyak sekali pedagang yang berjualan air mineral dalam kemasan (botol) berkeliaran di areal tribun penonton?
Terkesan aneh, botol minuman tidak boleh masuk, tetapi pedagang bebas berkeliaran. Tanya kenapa?

3. Tahukah Anda jika tiket pertandingan biasanya di cetak lebih sedikit dari kapasitas stadion, tetapi banyak penonton tanpa tiket yang bisa masuk ke stadion dengan membayar sejumlah uang kepada oknum petugas yang berakibat sesaknya stadion bahkan bisa meluber ke sisi lapangan.
Ini fakta! silakan Anda bertanya kepada teman yang suka datang ke stadion, jawabnya pasti sama. Bagaimana kenyamanan menonton yang menjadi hak pemilik tiket akan tercipta jika hal seperti ini terus terjadi.

4. Tahukah Anda, ada pagar tinggi yang menjadi pemisah antara petugas keamanan dan penonton di stadion?
Jika terjadi suatu keadaan chaos karena segelintir orang yang terlihat adalah segerombolan kelompok supporter melawan sejumlah petugas keamanan saling serang.

5. Tahukah Anda, saya jarang sekali melihat petugas keamanan yang ditempatkan di areal supporter, jika sekalinya ada, jumlahnya tidak seimbang dengan jumlah supporter.
Percaya atau tidak, supporter memiliki kemampuan untuk menghancurkan tembok lantai stadion dan menjadikannya sebagai alat untuk menyerang. Percaya atau tidak juga, supporter juga sangat mudah untuk mengumpulkan beragam plastik dan kardus bekas yang ditinggalkan pedagang untuk dibakar.

Menilik lima hal yang saya sebutkan di atas sebetulnya peranan panpel dan petugas keamanan untuk menciptakan iklim stadion yang kondusif sebenarnya sangat dominan, JAUH LEBIH DOMINAN DIBANDING SUPPORTER ITU SENDIRI. Kenapa, karena jika di telusuri lebih dalam lagi supporter ternyata hanyalah korban dari sebuah sistem yang tidak dijalankan dengan baik atau jika mau lebih ekstrim kita katakan saja SISTEM YANG SALAH.

Salah bagaimana? Tentu salah..!!! petugas keamanan ada, sistem untuk masuk ke stadion yang memakai tiket sudah diterapkan tetapi, kok bisa ya oknum petugas disogok sehingga penonton tanpa tiket bisa masuk yang berakibat menonton tidak nyaman penuh sesak? kok bisa ya ada pedagang berkeliaran menjual hal-hal yang dilarang di pintu masuk stadion? kok bisa ya petugas keamanan yang ditempatkan di tribun penonton sedikit? padahal letupan kerusuhan itu biasanya berawal dari sana.
Kalau sudah membaca seperti ini, apa masih mau menyebut supporter biang kerok kerusuhan? saya sih lebih melihat supporter adalah korban dari sebuah sistem yang tidak berjalan mulus dan sistem inilah yang harus diperbaiki dan disorot habis-habisan, karena jika menyorot supporter saja, sekali lagi saya menilai supporter adalah korban.

Lalu bagaimana dengan oknum supporter? loh bukankah negara ini negara hukum? TEGAKAN HUKUM, TANGKAP PERUSUH, PROSES SESUAI DENGAN HUKUM YANG BERLAKU.

SEKALI LAGI SAYA TEKANKAN, SUPPORTER ADALAH KORBAN DARI SISTEM YANG TIDAK BERJALAN DENGAN BAIK…!!!

Sumber : http://supporter.web.id

Read more...

Persib v Persija Tanpa Penonton

Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Bandung, Jawa Barat, bersama Pemerintah Kabupaten Bandung, hingga Selasa sepakat, pertandingan lanjutan Liga SUper Indonesia (LSI) 2009-2010 antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta, digelar tanpa penonton.

Duel yang dinilai banyak kalangan, sebagai pertandingan panas, di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung pada Sabtu (9/1) mendatang ini, dipastikan banyak menyedot perhatian kedua pendukung tim.

Kepala Polreas Bandung, AKBP IMran Yunus, kepada wartawan, di Mapolres Bandung, Soreang, Selasa, penyelenggaraan pertandingan tanpa penonton ini dispakati sebagai upaya untuk mengindri tindakan yang tidak daharapkan.

Meski penyelenggaraan pertandingan, olah raga terbanyak penggemarnya di dunia ini, berlangsung tanpa penonton pihaknya akan menambah jumlah personel keamananan dari jajaran Polres Bandung.

Jumlah tersebut, lanjut Imran Yunus, lebih besar dibandingkan dengan jumlah personel keamanan dalam pertandingan sebelumnya saat Persib Bandung bertanding melawan tim selain Persija Jakarta.

Tapi, Imran Yunus tidak menyebutkan jumlah personel kepolisian yang akan diturunkan pada pertandingan dua tim nanti.

Penambahan jumlah personal keamanan dilakukan, karena Imran Yunus menduga kuat, khususnya para bobotoh pendukung Persib Bandung akan mendatangi Stadion Si Jalak Harupat, meski mereka tahu, pertandingan itu digelar tanpa penonton.

"Kami mengimbau kepada seluruh pendukung Persib Bandung, agar menjadi barometer penonton yang santun di Indonesia," ujar Imran Yunus.

Dugaan akan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dalam pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta tersebut, sangat beralasan, karena menurut Imran, fanatisme bobotoh Persib terhadap tim kesayangannya ini, cukup tinggi.

Hal tersebut, kata Imran Yunus, terindikasi dalam setiap pertandingan Persib Bandung melawan beberapa tim di Stadion Si Jalaka Harupat Kabupaten Bandung tidak kurang dari 70 ribu penonton, selalu memadati stadion ini.

"Kami minta kepada panitia pelaksana pertandingan untuk dapat meredam kekecewaan supporter atas kebijakan ini, dengan mendirikan layar lebar di luar arena petandingan, untuk menayangkan pertandingan di dalam stadion," ujar Imran Yunus.

Selain itu, Imran Yunus juga mendorong, kepada para pemilik usaha cafe atau rumah makan, restoran, dan sejenisnya agar menyelenggarakan acara nonton "bareng".

Sumber : http://bolaindo.com

Read more...

Persija Bentuk PT Persija Jakarta

Persija Jakarta Pusat akhirnya membentuk PT Persija Jakarta sebagai badan hukum baru, Selasa, untuk menaungi tim Persija di ajang Kompetisi Liga Super 2009/2010.

Pembentukan PT baru ini dilaksanakan setelah badan hukum lama, yakni PT Persija Jaya dibekukan menyusul adanya tenggat waktu dari Liga agar Persija memiliki PT sebagai syarat klub profesional.

"Badan hukum PT Persija Jaya telah dibekukan. Jadi, pengurus membentuk PT Persija Jakarta yang disetujui klub-klub anggota Persija," kata Ketua Umum Persija, Tony Tobias, kepada wartawan di Jakarta, Selasa.

Pembentukan PT Persija Jakarta itu diputuskan dalam Rapat Umum Anggota Tahunan Persija di Jakarta, Senin (4/1) malam.

Toni juga menyampaikan adanya adanya investor baru yang siap menyuntikkan dana untuk membiayai Persija Jakarta.

Investor itu adalah Mayjen TNI (purn) Nachrowi Ramli. "Dia orang Betawi asli. Jadi pasti memahami betul kebutuhan Persija. Selanjutnya Kami akan membahas pembagian saham untuk anggota," katanya.

Penunjukan Nachrowi itu menurut dia sudah mendapat persetujuan dari Pemda DKI Jakarta.

Toni berharap, terjadi rekonsialiasi dengan adanya PT baru ini.

Saat Rapat tahunan Persija Pusat, Ketua Pengda PSSI DKI, Hardi berharap, kedatangan investor dan pembentukan badan hukum baru bisa menyelesaikan konflik internal Persija yang sudah berlangsung dua tahun lebih. Konflik itu terjadi karena pembagian saham yang dianggap sejumlah klub anggota tidak adil.

Sumber : http://bolaindo.com

Read more...

Senin, 04 Januari 2010

Oman Waspadai Bambang Pamungkas

Kesebelasan Oman mewaspadai striker timnas Indonesia Bambang Pamungkas pada pertandingan Pra Piala Asia 2011 yang akan digelar di Gelora Bung Karno Jakarta, Rabu (6/1).

Pelatih timnas Oman Claude Le Roy di Jakarta, Senin mengatakan, Bambang Pamungkas adalah pemain yang memiliki kemampuan lengkap. Jadi keberadaannya perlu diwaspadi.

"Skill dan kecepatan dimiliki oleh Bambang," katanya usai latihan di lapangan PSSI yang berada di areal Gelora Bung Karno Jakarta.


Menurut dia, kemampuan Bambang Pamungkas diketahui setelah pihaknya mempelajari beberapa rekaman pertandingan. Selain itu diketahui saat pertandingan leg pertama di Oman.

Dengan demikian, kata dia, pihaknya telah menyiapkan komposisi permainan, hanya saja pelatih asal Prancis itu belum memberikan keterangan yang pasti.

Sementara itu kiper timnas Oman Ali al Habsi mengaku siap diturunkan saat menjamu tuan rumah Indonesia dalam lanjutan pertandingan Pra Piala Asia 2011.

"Meski baru bergabung untuk berlatih dengan teman-teman saya siap diturunkan," kata kiper yang saat ini membela klub Inggris Bolton Wanderes itu.

Ditanya siapa pemain Indonesia yang perlu diwaspadai, kiper utama Oman itu menunjuk Bambang Pamungkas. Meski demikian pihaknya telah siap untuk mengantisipasi gempuran striker timnas Indonesia itu.

Sumber : http://bolaindo.com

Read more...

Minggu, 03 Januari 2010

Derby Ibukota Di Stadion Utama

Polda Metro Jaya selaku penanggung jawab keamanan ibukota memberikan garansi, jika izin laga kandang Persija yang sempat dibekukan, akan kembali diberikan.

Hal itu seperti dikatakan kepala bidang humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafli Amar, kepada wartawan di Jakarta, kemarin (2/1).

Menurut perwira menengah polisi itu, sejauh ini tidak ada masalah dengan perizinan untuk sepakbola di ibukota, karena seluruh kegiatan "operasi lilin" sudah berakhir.

"Kami persilahkan kepada kedua tim ibukota untuk kembali mengajukan permohonan izin menggelar pertandingan. Sebab seluruh kegiatan sudah kembali berjalan normal," kata Boy.

Seperti diketahui, akibat digelarnya operasi untuk pengamanan natal dan tahun baru, aparat keamanan untuk sementara membekukan izin pertandingan sepakbola di Jakarta.

Hal itu memaksa PT Liga Indonesia (Liga) merevisi seluruh laga kandang dua tim ibukota, yang sedianya digelar Desember tahun lalu.

Termasuk pertemuan kedua tim dalam laga bertajuk "derby ibukota", yang tadinya akan digeber di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Sumber : http://bolaindo.com

Read more...

Sabtu, 02 Januari 2010

Persib Lawan Persija Tanpa Penonton

Catatan buruk berupa perseteruan antarsupoter bobotoh dan The Jakmania yang sudah berlangsung sejak lama, menjadi alasan pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Bandung, Sabtu (9/1) mendatang, digelar tanpa penonton.

Keputusan tersebut muncul dalam pertemuan Muspida Kab. Bandung bersama PT Persib Bandung Bermartabat, panpel Persib, serta perwakilan bobotoh yang digelar di Kantor Bupati Kab. Bandung, Soreang, kemarin. Hadir dalam pertemuan itu antara lain, Bupati Obar Sobarna, Kapolres Bandung AKBP. Imran Yunus, Kasdim Kab. Bandung, Mayor Inf. Choirul A, Kasatpol PP Syarief HY.



Dari PT Persib Bandung hadir Direktur Keuangan Merdi Hajiji, Direktur Marketing Veby Permadi, sedangkan panpel diwakili Sekretaris Budhi Bram Rachman, sementara dri unsur bobotoh ada Ketua Umum Viking Herru Djoko, Panglima Viking Ayi Beutik, pengurus Bomber Nefi Effendi.

Obar Sobarna menjelaskan, keputusan menggelar pertandingan Persib versus Persija tanpa penonton dalam lanjutan Liga Super Indonesia, semata-mata mempertimbangkan kondisi perseteruan antara bobotoh dan Jakmania.

Oleh karena itu, opsi tanpa penonton dilakukan khusus untuk pertandingan melawan Persija saja. Sedangkan melawan PSPS, Persik Kediri, Persebaya tetap bisa dilaksanakan dengan disaksikan penonton.

“Saya pribadi dan masyarakat Kabupaten Bandung mendukung Persib. Saya juga suka main sepakbola. Bahkan secara rutin sebulan sekali main bola. Tapi, kami mohon pengertian semua pihak, khusus melawan Persija lebih baik tanpa penonton saja,” kata Obar Sobarna.

Sumber : http://poskota.co.id

Read more...

Persib Lawan Persija Tanpa Penonton

Catatan buruk berupa perseteruan antarsupoter bobotoh dan The Jakmania yang sudah berlangsung sejak lama, menjadi alasan pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Bandung, Sabtu (9/1) mendatang, digelar tanpa penonton.

Keputusan tersebut muncul dalam pertemuan Muspida Kab. Bandung bersama PT Persib Bandung Bermartabat, panpel Persib, serta perwakilan bobotoh yang digelar di Kantor Bupati Kab. Bandung, Soreang, kemarin. Hadir dalam pertemuan itu antara lain, Bupati Obar Sobarna, Kapolres Bandung AKBP. Imran Yunus, Kasdim Kab. Bandung, Mayor Inf. Choirul A, Kasatpol PP Syarief HY.



Dari PT Persib Bandung hadir Direktur Keuangan Merdi Hajiji, Direktur Marketing Veby Permadi, sedangkan panpel diwakili Sekretaris Budhi Bram Rachman, sementara dri unsur bobotoh ada Ketua Umum Viking Herru Djoko, Panglima Viking Ayi Beutik, pengurus Bomber Nefi Effendi.

Obar Sobarna menjelaskan, keputusan menggelar pertandingan Persib versus Persija tanpa penonton dalam lanjutan Liga Super Indonesia, semata-mata mempertimbangkan kondisi perseteruan antara bobotoh dan Jakmania.

Oleh karena itu, opsi tanpa penonton dilakukan khusus untuk pertandingan melawan Persija saja. Sedangkan melawan PSPS, Persik Kediri, Persebaya tetap bisa dilaksanakan dengan disaksikan penonton.

“Saya pribadi dan masyarakat Kabupaten Bandung mendukung Persib. Saya juga suka main sepakbola. Bahkan secara rutin sebulan sekali main bola. Tapi, kami mohon pengertian semua pihak, khusus melawan Persija lebih baik tanpa penonton saja,” kata Obar Sobarna.

Sumber : http://poskota.co.id

Read more...

Jumat, 01 Januari 2010

Benny: Emosi Pemain Belum Terkontrol

Pelatih Timnas Indonesia, Benny Dollo mengatakan, emosi pemain belum terkontrol sehingga kalah dari tim Africa Selection 1-2 dalam pertandingan uji coba di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Kamis (31/12).

"Ini adalah pengalaman berharga bagi anak-anak. Mereka bermain dengan penuh emosional," katanya usai pertandingan berlangsung.

Menurut dia, jika emosi pemain masih seperti saat ini maka kondisi tersebut sangat memprihatinkan. Karena timnas akan kembali bertanding pada Pra Piala Asia 2011.

Tanggal 6 Januari 2010 nanti, timnas akan menjamu Oman di Gelora Bung Karno Jakarta. Pada pertandingan pertama di Oman, Indonesia mampu menahan tuan rumah 0-0.

"Anak-anak masih mudah terpancing emosi. Kondisi ini harus secepatnya dituntaskan agar bisa memberikan hasil terbaik," katanya menambahkan.

Mantan pelatih Arema Malang itu menjelaskan, salah satu upaya untuk meredam emosi pemain adalah komunikasi yang intens dengan masing-masing pemain.

Menanggapi pola permainan yang diterapkan saat menjamu Africa Selection, Benny mengaku masih banyak kelemahan terutama di lini pertahanan dan serangan. Untuk lini belakang komposisi pemainnya adalah Djayusman Triadi, Charis Yulianto, dan Nova Arianto.

"Tidak hadirnya Maman sangat berpengaruh. Butuh waktu banyak untuk mengisi posisi yang ditinggalkan. Untuk lini depan formasi harus diubah karena Boaz belum ada kejelasan," katanya.

Ditanya formasi yang digunakan untuk menjamu Oman, Direktur Teknik Persija itu belum memberikan kepastian. Pihaknya masih akan memilih pemain-pemain yang masuk dalam tim inti.

"Peluang seluruh pemain masuk tim inti masih sama. Saktiawan Sinaga, M Ilham belum tentu masuk jika permainannya seperti tadi," katanya dengan tegas.

Pemain Timnas yang hadir dalam uji coba sebanyak 19 pemain di antaranya adalah Markus Horison, Nova Arianto, Charis Yulianto, Isman Ali, Hariono, Ponaryo Astaman, Budi Sudarsono, Firman Utina, Bambang Pamungkas dan TA Musafry.

Sumber : http://bolaindo.com

Read more...

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP