Senin, 21 Desember 2009

Aliyudin

Supel, mudah bergaul, dan humoris. Itulah sosok Aliyudin. Striker Persija Jakarta itu mampu meraih sukses dalam meniti karir sebagai pemain sepak bola. Berbagai gelar pun telah dia sandang, termasuk pemain terbaik 2007.



Akan tetapi, masih banyak sebetulnya hal menarik seputar pemain berambut gondrong yang juga suami Achni Kusumawardani tersebut. Ali memulai karir bermain sepak bolanya dari klub Indocement Cirebon pada 1995. Setelah enam tahun menempa diri di klub milik perusahaan semen itu, dia kemudian hengkang ke klub Divisi Utama Pelita Krakatau Steel, sebelum akhirnya berlabuh ke Persikota Tangerang dan Persija.

Saat berkostum Persikota selama tiga musim, Ali berhasil mengoleksi 33 gol. Torehan gol terbanyak dia bukukan pada musim pertamanya di Bayi Ajaib (julukan Persikota) dengan 15 gol. Setelah itu, di dua musim terakhirnya, dia hanya menciptakan 18 gol, masing-masing sembilan gol setiap musim.

Tiga musim merumput bersama Persikota membuat pemain yang dikenal memiliki akselerasi, kecepatan, dan akurasi tendangan yang cukup baik itu menjadi ikon Persikota. Dia bahkan sempat menjadi anak emas manajemen tim kebanggaan warga Kota Tangerang tersebut sebelum akhirnya dilepas ke Persija karena masalah finansial.

Meski tercatat sebagai pemain sepak bola profesional, ajang tarkam alias antar kampung masih sering dilakoninya. Adalah lapangan pasir Kalibaru, Jakarta Utara, tempat dia sering tampil membela klub amatir bersama sejumlah rekannya sesama pemain profesional. Tapi, sejak merumput di Persija, hal itu tak lagi dilakukannya.

Tampil di level kompetisi yang cukup bergengsi membuat Ali mengubah sikap dan lebih profesional. Dia pun pernah dihadapkan pada pilihan sulit ketika istri dan anak semata wayangnya terbaring di rumah sakit. Pada saat yang bersamaan, dia harus bertanding menghadapi Pelita Jaya Jawa Barat di ajang DISL 2008/2009.

Meski begitu, Ali tetap fight, bahkan mampu mencetak dua gol. Tak heran, kepada wartawan sesudah pertandingan, Ali mengatakan bahwa dua gol itu dipersembahkan untuk anak dan istrinya.

"Saya ingin terus berkarir di dunia sepak bola hingga kemampuan sudah habis atau kekuatan saya sudah tidak terpakai lagi di sepak bola," ucap Ali.

Dalam hal ini, Ali akan berhenti dari dunia sepak bola sebagai pemain profesional apabila sudah tidak dibutuhkan lagi di timnas maupun klub-klub Indonesia. Kendati meninggalkan karir profesionalnya sebagai pemain sepak bola, Ali tetap akan turun di dunia sepak bola sebagai pelatih. "Selain mencoba untuk menjadi pelatih, saya juga akan membuka bisnis kecil-kecilan," katanya.

Data Diri:

Nama: Aliyudin

Tempat, tanggal lahir: Cikeas, 7 Mei 1980

Umur: 28 tahun

Posisi: Striker

Karir:

Indocement 1995-2001

Pelita KS 2001-2003

Persikota Tangerang 2003-2006

Persija Jakarta 2006-sekarang

Timnas 2004-sekarang..

Sumber : http://bolaindo.com

0 komentar:

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP